Konflik Timur Tengah Memanas di Lebanon, Penerbangan Eropa-Asia Dialihkan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Konflik Timur Tengah Memanas di Lebanon, Penerbangan Eropa-Asia Dialihkan

Bonauli - detikTravel
Sabtu, 06 Jun 2026 17:02 WIB
Airplane flying under blue sky and white cloud
Ilustrasi pesawat (Getty Images/iStockphoto/npstockphoto)
Jakarta -

Konflik Timur Tengah masih memanas usai Israel menyerang Lebanon meski sedang gencatan senjata. Penerbangan rute Eropa-Asia pun banyak dialihkan.

Maskapai penerbangan regional di Timur Tengah mulai memulihkan beberapa rute penerbangan mereka secara bertahap. Kendati demikian, konflik yang terus berkecamuk ini masih mengganggu arus lalu lintas udara global secara luas.

Saat maskapai lokal Teluk mulai menambah kapasitas, banyak maskapai internasional dari luar wilayah tersebut yang terpaksa mengambil rute memutar untuk penerbangan Eropa-Asia demi menghindari zona udara berbahaya di Timur Tengah, seperti dikutip dari The Daily Star pada Sabtu (6/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut adalah daftar terbaru penyesuaian, penangguhan, dan pembatalan penerbangan dari berbagai maskapai dunia akibat konflik tersebut:

Maskapai Eropa & Mediterania

  • Aegean Airlines (Yunani): Membatalkan rute Thessaloniki-Tel Aviv hingga 26 Juni, Dubai hingga 31 Agustus, serta Erbil dan Baghdad hingga 2 Juli.
  • AirBaltic (Latvia): Menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 28 Juni dan ke Dubai hingga 24 Oktober.
  • Air Europa (Spanyol): Membatalkan seluruh penerbangan ke Tel Aviv hingga 28 Juni.
  • Air France (Prancis): Menangguhkan rute ke Tel Aviv hingga 14 Juni, serta Beirut dan Dubai hingga 17 Juni. Rute ke Riyadh sempat ditangguhkan hingga 2 Juni, namun tiket untuk penerbangan perdana pada 6 Juni sudah mulai dijual.
  • KLM (Belanda): Menghentikan penerbangan ke Riyadh dan Dammam hingga 12 luli, serta ke Dubai hingga 2 Agustus.
  • Finnair (Finlandia): Membatalkan rute ke Doha hingga 2 Oktober dan terus menghindari wilayah udara Irak, Iran, Suriah, dan Israel. Rute musiman ke Dubai baru akan dibuka kembali Oktober mendatang.
  • LOT (Polandia): Membatalkan penerbangan ke Riyadh hingga 30 Juni dan ke Beirut hingga 27 Juni. Rute musim dingin ke Dubai dijadwalkan mulai Oktober.
  • Norwegian Air: Menunda peluncuran rute baru ke Tel Aviv dan Beirut hingga 15 Juni.
  • Wizz Air: Maskapai low-cost ini menangguhkan penerbangan dari Eropa daratan menuju Dubai, Abu Dhabi, dan Amman hingga pertengahan September.

Lufthansa Group & ITA Airways

  • Lufthansa & ITA Airways (Italia): Merencanakan pemulihan rute ke Tel Aviv paling cepat 1 Juli. Namun, kedua maskapai ini (bersama SWISS) tetap memperpanjang penangguhan rute ke Dubai hingga 13 September. ITA juga menunda rute ke Riyadh hingga 30 Juni.
  • SWISS & Brussels Airlines: Menunda penerbangan ke Tel Aviv masing-masing hingga Agustus dan 24 Oktober.
  • Aliansi Lufthansa (Lufthansa, SWISS, Austrian Airlines, Brussels Airlines): Kompak menangguhkan penerbangan ke Abu Dhabi, Amman, Beirut, Dammam, Riyadh, Erbil, Muscat, dan Teheran hingga 24 Oktober.
  • Eurowings (Anak usaha Lufthansa): Menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 9 Juli, Beirut hingga 12 Juni, Erbil hingga 22 Juni, serta Dubai, Abu Dhabi, dan Amman hingga 24 Oktober.

IAG (British Airways)

  • British Airways: Menunda penerbangan ke Doha hingga 1 Agustus dan ke Riyadh hingga 8 Agustus. Rute ke Dubai, Tel Aviv, Bahrain, dan Amman dihentikan sementara hingga akhir musim panas (baru dijadwalkan terbang 25 Oktober).

Saat beroperasi kembali nanti, kapasitas ke Dubai, Doha, Riyadh, dan Tel Aviv akan dipangkas menjadi hanya satu penerbangan sehari, sementara destinasi Jeddah resmi dihapus dari daftar rute.

ADVERTISEMENT

Maskapai Amerika & Afrika

  • Air Canada (Kanada): Membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Dubai hingga 7 September.
  • Delta Air Lines (AS): Menangguhkan rute Atlanta-Tel Aviv hingga 18 Desember. Rute New York (JFK)-Tel Aviv direncanakan beroperasi lagi 6 September, sementara rute Boston-Tel Aviv ditunda tanpa batas waktu.
  • Royal Air Maroc (Maroko): Membatalkan semua penerbangan ke Doha hingga 30 Juni.

Maskapai Asia & Australia

  • Cathay Pacific (Hong Kong): Menangguhkan penerbangan ke Dubai dan Riyadh hingga 31 Agustus.
  • Japan Airlines (Jepang): Menghentikan rute Tokyo-Doha hingga 31 Juli dan rute sebaliknya (Doha-Tokyo) hingga 1 Agustus.
  • Malaysia Airlines (Malaysia): Akan mencoba membuka kembali layanan terbatas ke Doha mulai 2 Juli.
  • Singapore Airlines (Singapura): Memperpanjang pembekuan rute Singapura-Dubai hingga 2 Agustus. Sebagai gantinya, maskapai mengalihkan kapasitas dengan menambah penerbangan ke London Gatwick dan Melbourne hingga 24 Oktober untuk menangkap lonjakan permintaan rute aman.
  • Qantas (Australia): Menambah frekuensi terbang ke Roma dan Paris guna mengakomodasi penumpang tujuan Eropa yang menghindari transit di Timur Tengah. Rute ke Paris naik menjadi 5 kali seminggu, dan rute Perth-Singapura naik menjadi 10 kali seminggu. Kebijakan ini berlaku bertahap dari pertengahan April hingga akhir Juli.
  • SunExpress (Turki - Joint Venture Turkish Airlines & Lufthansa): Membatalkan penerbangan ke Dubai, Bahrain, Beirut, dan Erbil hingga 30 Juni.


(bnl/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads