In This Economy, Maskapai Singapura Malah Mau Borong 50 Pesawat Jumbo

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

In This Economy, Maskapai Singapura Malah Mau Borong 50 Pesawat Jumbo

Syanti Mustika - detikTravel
Sabtu, 06 Jun 2026 19:03 WIB
Singapore Airlines
Ilustrasi Singapore Airlines (flickr/Riik@mctr)
Singapura -

Singapore Airlines (SIA) sedang dalam tahap awal diskusi dengan Airbus dan Boeing mengenai pembelian 50 jet besar. Ini bagian dari langkah SIA merencanakan pertumbuhan penerbangan mulai dekade selanjutnya.

Dilansir dari mothership, Sabtu (6/6/2026) SIA dikabarkan mempertimbangkan Boeing 777X, yang saat ini merupakan jet komersial terbesar yang beroperasi dengan sekitar 400 kursi, atau Airbus A350-1000 yang sedikit lebih kecil. Diskusi masih dalam tahap awal tetapi dapat mencakup opsi untuk puluhan pesawat tambahan di luar pesanan awal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam Reuters, SIA mengatakan mereka memang secara teratur meninjau rencana pembaruan. Namun mereka menolak membeberkan diskusi terkait rencana ke depannya.

Juga, Airbus dan Boeing juga tidak berkomentar terhadap rencana SIA ini.

ADVERTISEMENT

Menurut Reuters, SIA telah lama menjadi salah satu pembeli jet jarak jauh terbesar di dunia, dengan reputasi negosiasi pesawat yang dijaga ketat yang sering memengaruhi keputusan armada di seluruh industri. SIA juga merupakan pelanggan awal untuk 777X, penerus Boeing untuk mini-jumbo 777, meskipun program tersebut mengalami penundaan yang signifikan.

SIA sebelumnya mengatakan bahwa mereka berencana untuk terus memperluas kapasitas meskipun beberapa maskapai lain mengurangi penerbangan di tengah kenaikan harga minyak.

SIA baru-baru ini menjadi berita utama karena beberapa perubahan pada kebijakan sebelumnya, seperti membatasi pemilihan kursi kelas bisnis berdasarkan jenis tarif dan status keanggotaan KrisFlyer. Mereka juga mengumumkan peningkatan layanan Wi-Fi yang akan diluncurkan di semua kelas kabin mulai kuartal pertama tahun 2027.

Pada Mei 2026, SIA mengumumkan laba bersih sebesar S$1,18 miliar, dengan total pendapatan mencapai rekor meskipun laba bersih mengalami penurunan.



(sym/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads