Batal Deh Dapat Tiket Piala Dunia Gratis, FIFA: Maaf, Itu Gangguan Sistem

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Batal Deh Dapat Tiket Piala Dunia Gratis, FIFA: Maaf, Itu Gangguan Sistem

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Minggu, 07 Jun 2026 19:31 WIB
A person walks using a cellphone to make images of a football-themed mural spanning more than 200 square meters, which aims to break a Guinness World Record before the 2026 World Cup, in Mexico City, Mexico, May 24, 2026. REUTERS/Luis Cortes
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Luis Cortes/Reuters)
Jakarta -

Sekitar 60 suporter sepak bola diminta untuk segera melunasi pembayaran jika ingin mempertahankan tiket Piala Dunia 2026 yang diperoleh secara cuma-cuma. FIFA menegaskan bahwa tiket gratisan itu tidak ada.

FIFA menyebut tiket nonton Piala Dunia 2026 itu bisa didapatkan secara cuma-cuma tersebut tidak valid karena adanya gangguan sistem pembayaran pada situs resmi mereka. Insiden glitch atau kesalahan teknis itu terjadi pada transaksi tanggal 21 Mei lalu.

FIFA menjelaskan bahwa puluhan tiket tersebut teralokasikan tanpa biaya karena adanya masalah saat proses checkout. Meski sistemnya keliru, FIFA tidak langsung menghanguskan kuota tersebut, melainkan meminta pembeli untuk segera melunasinya jika ingin tetap menonton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"FIFA menyesalkan kesalahan ini dan segala ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Tiket yang dipesan oleh para penggemar tersebut tetap kami reservasi dan mereka telah diundang untuk menyelesaikan pembayaran sesuai harga yang berlaku," bunyi pernyataan resmi FIFA yang dilansir dari Al Jazeera, Minggu (7/6/2026).

ADVERTISEMENT

Munculnya kekeliruan sistem ini membuka fakta baru bahwa loket penjualan tiket sebenarnya masih dibuka oleh FIFA. Padahal sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat mengklaim bahwa seluruh tiket untuk 104 pertandingan telah ludes terjual sejak beberapa bulan lalu.

Sisa kuota tiket yang masih dipasarkan itu sengaja dilepas kembali ke publik melalui platform resmi sebagai strategi untuk menekan praktik percaloan. Melalui sistem penjualan kembali (resale) tersebut, FIFA memberlakukan potongan komisi sebesar 15% baik bagi pembeli maupun penjual agar transaksi pasar gelap bisa diredam.

Namun, langkah FIFA menyediakan platform resmi itu tetap tidak lepas dari kritik tajam. Kebijakan harga tiket Piala Dunia edisi kali ini dinilai sudah terlampau mahal sejak awal, bahkan sebelum jatuh ke tangan calo. FIFA berdalih harga tiket tinggi itu untuk mendapatkan pendapatan yang tinggi juga sehingga bisa digunakan untuk mendukung pengembangan sepak bola di berbagai negara.

Padahal, saat Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko memenangkan status tuan rumah bersama pada 2018, panitia menjanjikan ratusan ribu tiket fase grup akan dijual murah seharga USD 21 (sekitar Rp 379 ribu). Namun pada praktiknya kini, harga tiket resmi untuk baris paling depan pada laga final melonjak fantastis hingga menyentuh angka USD 32.970 atau setara Rp 595 juta.



(upd/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads