Antisipasi Cuaca Panas, FIFA Melunak soal Aturan Botol Minum Penonton

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Antisipasi Cuaca Panas, FIFA Melunak soal Aturan Botol Minum Penonton

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Senin, 08 Jun 2026 09:32 WIB
FILE PHOTO: The New York/New Jerseys FIFA World Cup 2026 logo is revealed during the kickoff event in Times Square in New York City, U.S., May 18, 2023.  REUTERS/Brendan McDermid/File Photo
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Brendan McDermid/Reuters)
Jakarta -

Jutaan suporter yang akan menyaksikan langsung laga-laga Piala Dunia 2026 bisa sedikit bernapas lega. FIFA akhirnya melunakkan aturan ketat mereka dengan mengizinkan penonton membawa botol air minum dari luar masuk ke dalam stadion.

Kebijakan itu merupakan jalan tengah dari rangkaian aturan FIFA yang sempat berubah-ubah dan membingungkan publik.

Pada draf rencana awal, pemegang tiket sebenarnya sempat dijanjikan boleh membawa wadah minum ramah lingkungan (tumbler) transparan dengan kapasitas hingga satu liter. Namun beberapa waktu lalu, FIFA mendadak menganulir rencana tersebut dan melarang keras segala jenis botol minuman masuk ke stadion demi alasan keamanan dan komersial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebijakan itu dibanjiri kritik sebab larangan itu dinilai berpotensi mengancam keselamatan penonton. Ya, Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko akan berlangsung di tengah kepungan musim panas yang menyengat. Risiko dehidrasi massal pun membayangi.

Alasan keselamatan inilah yang memaksa FIFA akhirnya melunakkan sikap dan melahirkan kebijakan terbaru.

ADVERTISEMENT

"Semua penonton diizinkan membawa satu botol air minum plastik lunak sekali pakai berukuran 20 ons (590 mililiter) yang masih tersegel pabrik ke setiap pertandingan Piala Dunia FIFA 2026," jelas pernyataan resmi FIFA yang dikutip dari The Guardian, Senin (8/6/2026).

Meski sudah dilunakkan, pembatasan ketat tetap berlaku. Wadah minum berbahan keras yang dapat digunakan kembali (reusable tumbler) tetap diharamkan masuk ke area tribun.

"Yang tidak diperbolehkan adalah wadah air berbahan keras yang dapat digunakan kembali karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan dan keamanan (bisa dilempar dan mencederai orang)," kata Chief Operating Officer Piala Dunia 2026, Heimo Schirgi.

Pembatasan botol keras ini tetap menuai kritik tajam, salah satunya dari Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Dia menilai FIFA memanfaatkan celah ini untuk meraup keuntungan dari jualan air di dalam stadion.

"Ini jelas keliru. Jadi Anda tidak boleh membawa botol plastik (keras) dari luar, tetapi bisa membeli air minum setelah masuk ke stadion? Dan harganya pasti mahal. Harga tiketnya sendiri sudah sangat mahal," kata Starmer.



(upd/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads