Ajaib! 14 Hari Hilang, Pendaki Selamat-Bertahan Hidup Minum Air Kantong Semar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ajaib! 14 Hari Hilang, Pendaki Selamat-Bertahan Hidup Minum Air Kantong Semar

Femi Diah - detikTravel
Senin, 08 Jun 2026 11:47 WIB
Ilustrasi mendaki gunung
Ilustrasi mendaki gunung (Getty Images/AscentXmedia)
Perak -

Seorang pendaki wanita asal Malaysia, Jaslinda Saludin (49), secara ajaib berhasil ditemukan setelah dinyatakan hilang misterius selama 14 hari. Dia selamat.

Pendaki perempuan itu Jaslinda. Dia mampu melewati masa kritis dan bertahan hidup tanpa pasokan makanan sedikit pun selama dua pekan.

Kisah pilu itu bermula pada 23 Mei 2026. Jaslinda merupakan bagian dari rombongan ekspedisi yang terdiri atas 14 pendaki dan dua pemandu gunung yang berniat menaklukkan Gunung Batu Putih, dekat Tapah, Perak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keesokan harinya, pada 24 Mei sekitar pukul 07.30 waktu setempat, adalah momen terakhir kali sang pemandu jalan melihat keberadaan Jaslinda. Saat itu, Jaslinda memutuskan untuk berhenti sejenak untuk mengistirahatkan kakinya yang mengalami kram dan nyeri hebat.

Setelah merasa kondisinya membaik, Jaslinda mencoba melanjutkan pendakian seorang diri demi mengejar kelompoknya yang sudah berjalan lebih dulu menuju puncak gunung.

ADVERTISEMENT

Di hari yang sama, Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Perak sebenarnya sempat menerima laporan darurat pada pukul 11.32 mengenai adanya dua pendaki yang terluka di Gunung Batu Putih. Namun, karena miskomunikasi dan asumsi pemandu yang mengira Jaslinda sudah berjalan mendahului mereka ke puncak, posisinya tidak langsung dilacak.

Otoritas berwenang baru menyadari Jaslinda hilang secara misterius sehari kemudian. Wanita berusia 49 tahun tersebut tidak terlihat sama sekali oleh rombongan selama lebih dari 24 jam. Operasi Pencarian dan Penyelamatan (SAR) skala besar pun langsung diluncurkan sejak hari itu.

Setelah dua minggu pencarian intensif yang menegangkan dan sempat tanpa hasil, titik terang akhirnya muncul pada Sabtu (6/6) sore waktu setempat. Jaslinda ditemukan dalam kondisi sangat lemas di sekitar perkampungan Orang Asli (masyarakat adat) dekat Kampung Lubuk Gaharu di Pos Musoh sekitar pukul 17.00.

Dia pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif akibat dehidrasi dan kelaparan akut setelah tubuhnya tidak kemasukan kalori selama 14 hari.

Koordinator Pemandu Gunung Perhutanan Perak, Muzafar Mohamad, menjelaskan bahwa lokasi penemuan Jaslinda sebenarnya berada di dalam zona pencarian yang sudah disisir berulang kali oleh tim penyelamat. Namun kontur bumi yang sulit membuat keberadaannya sempat tersamarkan.

"Itu adalah area yang telah dilewati tim kami, baik dari bagian atas maupun bawah. Medannya sangat menantang, dipenuhi jurang, air terjun, dan kontur tanah yang sulit. Bahkan bagi pemandu gunung yang berpengalaman sekalipun, menjangkau beberapa bagian di sektor tersebut bukanlah perkara mudah," kaya Muzafar menggambarkan sulitnya medan Gunung Batu Putih, seperti dilansir Independent, Senin (8/6/2026).

Sambil menahan tangis setelah evakuasi, Jaslinda menyampaikan permohonan maaf yang mendalam karena telah membuat repot dan khawatir masyarakat luas atas hilangnya dirinya yang begitu lama di gunung.

Dalam sejumlah wawancara Jaslinda mengisahkan penderitaannya selama hilang itu. Dia mengatakan bisa menyambung nyawanya dengan mengandalkan air seadanya yang ditemukan di alam, termasuk air yang tertampung di dalam tanaman kantong semar.

"Saya tidak punya makanan, saya tidak makan selama dua minggu. Saya hanya minum air... air yang gelap, air berwarna cokelat, hingga air yang saya temukan dari tanaman kantong semar. Jadi, mari kita semua bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup," kata Jaslinda.

Sementara itu, suaminya, Haszman Othman (61), yang setia menunggu kabar baik selama dua minggu terakhir, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi tertinggi kepada seluruh tim gabungan yang tidak menyerah mencari istrinya.

"Terima kasih kepada semua yang terlibat, khususnya kepolisian, personel Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, organisasi non-pemerintah (NGO), masyarakat adat Orang Asli, serta semua sukarelawan yang telah tanpa lelah berpartisipasi dalam operasi pencarian istri saya," kata Haszman.



(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads