Setop Colek-Colek, Pramugari Desak Penumpang Jaga Tangan di Pesawat

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Setop Colek-Colek, Pramugari Desak Penumpang Jaga Tangan di Pesawat

Femi Diah - detikTravel
Senin, 08 Jun 2026 14:15 WIB
Ilustrasi pramugari
Ilustrasi pramugari (Getty Images/iStockphoto/Svitlana Hulko)
Jakarta -

Pramugari dari berbagai maskapai penerbangan dunia buka suara soal ulah penumpang nakal. Mereka meminta para penumpang menjaga tangan agar tidak mudah mencubit atau pun menggoda dalam penerbangan.

Saking banyaknya penumpang dengan tangan usil yang mencolek, mencubit, menepuk, hingga memegangi mereka di tengah penerbangan, beberapa kru kabin sampai memakai pin atau atribut bertuliskan "No Touching" (Dilarang Menyentuh) saat bertugas di lorong pesawat. Mereka membutuhkan rasa aman saat bertugas.

"Sangat jarang ada penerbangan yang penumpang colek-colek itu tidak terjadi," kata Michelle Montez, seorang pramugari veteran yang telah bekerja di angkasa selama 20 tahun, dalam Jumpseat Chronicles Podcast dan dikutip dari New York Post, Senin (8/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Montez meluapkan kekesalannya itu bersama Joshua Boyd dan Darion Foy. Ketiganya menegaskan bahwa ulah usil penumpang itu bukan lagi sekadar gangguan ringan selevel turbulensi, melainkan masalah serius yang dihadapi hampir seluruh kru maskapai di dunia.

"Anda bisa bicara dengan pramugari mana pun dari maskapai apa pun. Mereka semua akan setuju bahwa menyentuh fisik adalah sesuatu yang paling kami benci. Kami menghadapinya begitu sering, ini sudah gila," kata Foy.

ADVERTISEMENT

Dia kemudian membeberkan fakta bahwa bokongnya sudah beberapa kali dicubit oleh penumpang selama bertugas.

"Anda mungkin tidak akan masuk ke restoran lalu mencolek-colek pelayan, kan?" kata Sam Wilkins, seorang pramugari Southwest Airlines sekaligus pemimpin serikat pekerja, dalam wawancaranya dengan Washington Post.

Selama ini, penumpang memang dilarang sembarangan menekan tombol panggilan di atas kepala. Namun, kru kabin mengaku kini mereka jauh lebih memilih tombol itu ditekan daripada tubuh mereka harus disentuh secara fisik.

"Anda tidak perlu menyentuh saya untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Saya hanya ingin mendengar suara Anda," kata Boyd.

Bagi kru kabin, masalah ini bukan lagi sekadar sentuhan yang mengganggu. Belakangan, pramugari rentan mengalami kekerasan saat bertugas.

Sebagai contoh, pada 23 Agustus 2025, seorang penumpang wanita bernama Valeria E. mengamuk dalam penerbangan maskapai Rusia, Pobeda Airlines, rute Novosibirsk menuju Moskow. Dia nekat memukul dua pramugari sekaligus hanya karena permintaannya untuk meminta ponsel ditolak oleh petugas.

Menurut laporan Aviation Knowledge, Valeria mulai bertindak agresif dan menakuti penumpang lain sesaat setelah pesawat lepas landas. Kru kabin sudah mencoba meredakan situasi dengan memberikan surat peringatan tertulis. Namun, wanita itu justru meremas kertas tersebut dan melemparkannya.

Kekerasan fisik bukanlah satu-satunya mimpi buruk di langit. Pelecehan verbal bernada seksual juga sering membayangi profesi ini. Kisah tragis itu pernah dialami oleh pramugari Ryanair, Chloe Harrison. Peristiwa itu terjadi pada 2023 dalam penerbangan dari Manchester ke Barcelona.

Saat itu, pesawat dipadati oleh rombongan suporter Manchester United yang tengah mabuk. Situasi menjadi liar dan tak terkendali setelah stok bir dan vodka di dalam pesawat habis total.

Rombongan pria tersebut mulai meneriakkan yel-yel vulgar yang ditujukan langsung kepada Harrison saat ia sedang bertugas di lorong kabin. Harrison mengingat jelas kalimat pelecehan.



(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads