Kementerian Pariwisata bersama dengan HIPPINDO (Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia), APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia), Kementerian Perdagangan dan Kementerian UMKM berkolaborasi menyambut liburan sekolah. Sebuah kampanye wisata belanja 'BINA Holiday & Back to School 2026' diluncurkan hari ini.
BINA (Belanja di Indonesia Aja) Holiday & Back to School 2026 adalah kampanye diskon nasional yang menggabungkan promosi pariwisata, pusat perbelanjaan, transportasi hingga UMKM untuk mendorong peningkatan aktivitas belanja dan wisata dalam negeri selama musim liburan sekolah.
Di momen perayaan 'HIPPINDO 10th Anniversary dan opening ceremony BINA Holiday & Back to School 2026', Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengatakan menyambut positif kolaborasi antar sektor ini. Kampanye ini bisa menjadi pendorong pergerakan wisatawan untuk berbelanja di momen libur sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap tahun itu ada Nataru, ada Lebaran, ada libur anak sekolah, HIPPINDO selalu punya program-program untuk meningkatkan belanja dari wisatawan, tidak hanya di Jakarta tapi di seluruh wilayah Indonesia. Jadi ini program yang sangat baik sekali untuk meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara, juga wisatawan Mancanegara," kata Ni Luh Puspa di Kementerian Perdagangan, Senin (8/6/2026).
Ni Luh menambahkan, menyambut libur sekolah pemerintah juga menyediakan diskon-diskon, terutama dari segi transportasi.
"Selalu yang utama terkait bagaimana konektivitinya, berjalan dari satu titik ke titik yang lain. Pemerintah sudah menyiapkan ada diskon kereta api, kemudian juga angkutan laut dari PT. Pelni, kemudian ASDP. Pemerintah sudah menyiapkan stimulus ini sejak kenaikan avtur dengan diskon PPN yang ditanggung oleh pemerintah sebesar 100% Dan ini akan berlanjut pasti ya di liburan anak sekolah ini," tambah Ni Luh.
Rancang pola wisata belanja
Terkait wisata belanja, Ni Luh mengatakan libur sekolah menjadi momen mendorong wisatawan untuk berbelanja. Dia menyarankan ke depannya untuk membuat pola perjalanan wisata belanja untuk panduan turis asing.
"Dan momen untuk liburan sekolah ini juga menjadi momen strategis kita untuk meningkatkan konsumsi domestik kita. Jadi kalau kita lihat gerakan belanja di Indonesia ada BINA Holiday, ini sudah bersinergi. Saya pikir kita juga perlu membuat pola perjalanan khusus wisata belanja di Indonesia," katanya.
"Saya ingat dulu wisatawan Malaysia, Singapura itu biasanya datang ke Bandung untuk shopping, belanja. Itu mereka sudah punya lokasi-lokasi untuk belanja. Saya pikir kalau kita ingin kolaborasi lebih kuat, kita perlu untuk membuat pola perjalanan wisata belanja. Dengan pola perjalanan seperti itu tentu kita bisa meningkatkan promosinya, sehingga kita tidak hanya jualan destinasi tetapi kita menjual atraksi. Atraksinya apa? Diskon di mall-mall dan juga di pusat-pusat perbelanjaan," tambah Ni Luh.
Lebih lanjut, Ni Luh berharap dengan adanya kampanye ini bisa meningkatkan average of spending dari wisatawan yang datang ke Indonesia. Dan momen ini juga menjadi kesempatan bagi produk Indonesia untuk naik lebih global lagi dengan gencar promosi.
"Jangan hanya kita ke Malaysia mengejar produk-produk Malaysia, tapi orang Malaysia, orang Singapura, Thailand datang ke Indonesia mengejar produk-produk dari Indonesia. Nah ini saya pikir brand-brand lokal kita harus kita gencarkan promosinya, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan," tutupnya.
(sym/wsw)











































Komentar Terbanyak
Femas, Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Terdeteksi di Masjid
Terpopuler: Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Sempat Terdeteksi di Masjid
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan