Mengenal Rote Ndao di Ujung Paling Selatan Indonesia dan Masalahnya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mengenal Rote Ndao di Ujung Paling Selatan Indonesia dan Masalahnya

Tim detikBali - detikTravel
Rabu, 10 Jun 2026 17:46 WIB
Pantai Nemberala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, NTT. (Dok. rotendaokab.go.id)
Foto: Pantai Nemberala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, NTT. (Dok. rotendaokab.go.id)
Rote Ndao -

Selama ini, Kabupaten Rote Ndao dikenal sebagai ujung selatan Indonesia. Mari kita mengenal Rote Ndao lebih dekat.

Indonesia yang membentang luas di Garis Khatulistiwa memberikan topografi menarik. Dari ujung ke ujung negara ini memiliki keistimewaannya masing-masing. Idiom dari Sabang sampai Merauke, dari Weh sampai Pulau Rote yang diajarkan semasa sekolah melekat begitu kuat.

Rote Ndao sendiri baru berusia 24 tahun, sejak dibentuk secara resmi pada 10 April 2002. Kabupaten ini memiliki luas 1.280,10 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk tercatat 152.613 jiwa berdasarkan sensus di tahun 2024.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara administratif, Rote Ndao terdiri dari 11 kecamatan, 7 kelurahan, dan 112 desa. Dari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Rote Ndao berada pada angka 65,79 di tahun 2023, menempati peringkat ke-15 dari 22 kabupaten/kota yang ada di Provinsi NTT.

Soal destinasi wisata, Pantai Nembrala dan pantai Batu Termanu jadi unggulan. Pantai ini memiliki pasir putih dan ombak yang patut dicoba bagi peselancar pemula maupun profesional. Meski indah, tapi Rote punya masalah yaitu stunting.

ADVERTISEMENT

Di Kabupaten Rote Ndao sendiri, prevalensi stunting tercatat sebesar 32,4% berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Kondisi tersebut menunjukkan perlu upaya perbaikan gizi yang berjalan beriringan dengan penguatan pengasuhan dan perubahan perilaku keluarga.

Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI), afiliasi dari SurfAid International, bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao pun menggelar Festival Keluarga Malole, sebuah gerakan yang mengajak ayah dan ibu berbagi peran dalam pengasuhan demi membangun keluarga yang lebih sehat, setara, dan tangguh.

"Tema besar Festival Keluarga Malole sangat relevan yaitu persoalan stunting, kesehatan keluarga dan kualitas pengasuhan anak. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyambut baik gerakan #BapaHebat #MamaBijak #KeluargaMalole yang mendorong keterlibatan ayah dan ibu secara bersama-sama untuk membangun generasi masa depan Rote Ndao," ujar Paulus Henuk, Bupati Rote Ndao.

Salah satu pendekatan yang diperkuat lewat festival ini adalah integrasi antara kelas pengasuhan dan Kintal Gizi. Kintal Gizi adalah sebutan lokal untuk kebun gizi pekarangan rumah. Melalui kelas pengasuhan, orang tua memperoleh pengetahuan mengenai pengasuhan anak, kesehatan keluarga, pola konsumsi pangan bergizi, dan pentingnya keterlibatan ayah dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara Kintal Gizi menjadi sumber pangan keluarga yang menyediakan bahan makanan bergizi untuk mendukung kebutuhan rumah tangga melalui kelas memasak. Saat ini, model Kintal Gizi sudah diterapkan di 6 desa di Kabupaten Rote Ndao.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto menegaskan keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

"Pembangunan keluarga adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang sehat, harmonis, dan saling mendukung memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara optimal, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, maupun pembentukan karakter," ujar Dr. Bonivasius.

Festival keluarga MaloleFestival keluarga Malole Foto: (dok. Istimewa)

"Ketika ayah terlibat aktif dalam pengasuhan, ibu mendapat dukungan yang lebih besar, anak memperoleh perhatian yang lebih baik, dan keluarga memiliki peluang lebih besar untuk menerapkan pola hidup sehat. Karena itu, pengasuhan bersama merupakan bagian penting dari solusi pencegahan stunting," imbuh Dinnia Joedadibrata, Direktur Eksekutif ARUNGI.

Festival Keluarga Malole digelar Selasa (9/6) di Halaman rumah jabatan Bupati Rote Ndao. Lebih dari 300 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Rote Ndao hadir mengikuti festival itu. Turut hadir penyanyi dan aktivis keluarga Widi Mulia dan suaminya, Dwi Sasono yang membagikan pengalaman pentingnya membangun keluarga sehat, harmonis, dan saling mendukung.



(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads