Faunaland Ancol sah menjadi pengelola Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo. Mereka diwajibkan membayar kontribusi sebesar Rp 4,3 Miliar ke Pemkot Bandung.
Pemkot Bandung akhirnya memutuskan pemenang lelang pengelolaan Bandung Zoo. PT Fauna Land Ancol atau Faunaland resmi ditunjuk untuk mengelola kawasan tersebut dengan kontrak selama 26 tahun.
Faunaland resmi ditetapkan oleh Pemkot Bandung bersama Kementerian Kehutanan. Penetapan ini menjadi langkah untuk memastikan keberlanjutan Bandung Zoo sebagai lembaga konservasi, sarana edukasi lingkungan, ruang rekreasi keluarga, serta salah satu aset publik yang memiliki nilai historis dan sosial bagi masyarakat Kota Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Panitia Seleksi yang telah bekerja secara profesional dan penuh kehati-hatian. Kami juga berterima kasih kepada Kementerian Kehutanan yang terus memberikan dukungan dan pendampingan sehingga proses ini dapat berjalan dengan baik dan tetap menempatkan fungsi konservasi sebagai prioritas utama," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Rabu (10/6/2026).
Menurut Farhan, Pemkot Bandung menempatkan fungsi konservasi, kesejahteraan satwa dan kepentingan publik sebagai pertimbangan utama dalam proses seleksi.
"Bagi Pemkot Bandung, keberhasilan pengelolaan Bandung Zoo tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari kualitas konservasi, kesejahteraan satwa, kualitas edukasi dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Karena itu kami berharap pengelola baru dapat menghadirkan standar pengelolaan yang semakin baik dan bertanggung jawab," jelasnya.
Dengan ditetapkannya pengelola baru, masa transisi akan segera dimulai untuk mempersiapkan revitalisasi kawasan, penguatan fungsi konservasi, peningkatan kesejahteraan satwa dan persiapan pembukaan kembali Bandung Zoo bagi masyarakat. Pemkot Bandung juga memastikan, proses kerja sama ini memberikan manfaat jangka panjang bagi kota.
Baca juga: Tak Ada Bandung Zoo, Tahura Djuanda Pun Jadi |
Selain memperkuat fungsi konservasi dan pelayanan publik, pengelola baru memiliki komitmen untuk melakukan revitalisasi kawasan, pengembangan fasilitas, serta investasi yang mendukung keberlanjutan operasional Bandung Zoo di masa mendatang.
"Hal yang paling penting bagi kami adalah hadirnya kepastian masa depan Bandung Zoo. Kami ingin melihat kawasan ini kembali hidup, satwanya semakin sejahtera, fungsi konservasinya semakin kuat dan manfaatnya semakin besar bagi masyarakat Kota Bandung," ungkapnya.
Farhan menuturkan, Pemkot Bandung akan terus mengawal proses transisi agar berjalan sesuai ketentuan. Pemkot Bandung juga memastikan seluruh komitmen terhadap konservasi, kesejahteraan satwa, pelayanan publik dan pemanfaatan aset daerah dapat diwujudkan.
Wajib Bayar Kontribusi Rp 4,3 Miliar ke Pemkot Bandung
Setelah diumumkan, pemenang lelang Bandung Zoo diwajibkan membayar biaya kontribusi ke Pemkot Bandung. Nilainya sebesar Rp 4,3 miliar dan harus disetorkan setelah tanda tangam kontrak pengelolaan.
"Begitu tanda tangan PKS (perjanjian kerja sama), mereka harus langsung membayar kontribusi tetap Rp 4,3 miliar di depan," kata Farhan.
Setelah tanda tangan, pemenang lelang juga diwajibkan untuk urusan pakan satwa di Bandung Zoo. Sedangkan gaji karyawan, masih ditangani Pemkot Bandung hingga 25 Juni 2026.
"Jadi ketika mereka tanda tangan, maka mereka bertanggung jawab terhadap pakan, terhadap operasional. Nah khusus untuk gaji karyawan, masih akan dibayarkan oleh pemerintah sampai 25 Juni," ucapnya.
--------
Artikel ini telah naik di detikJabar, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.











































Komentar Terbanyak
Femas, Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Terdeteksi di Masjid
Terpopuler: Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Sempat Terdeteksi di Masjid
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan