Beruang Hitam yang Resahkan Kota di Jepang Akhirnya Berhasil Ditangkap

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Beruang Hitam yang Resahkan Kota di Jepang Akhirnya Berhasil Ditangkap

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Jumat, 12 Jun 2026 10:27 WIB
Beruang di Jepang
Beruang liar di Jepang. (Getty Images/Satoru S)
Tokyo -

Otoritas Jepang berhasil menangkap seekor beruang hitam yang beberapa hari terakhir berkeliaran di Kota Utsunomiya, dekat Tokyo. Kemunculan satwa liar itu membuat warga resah hingga memaksa pemerintah setempat menutup seluruh sekolah negeri.

Menurut Kepolisian Utsunomiya Timur, beruang tersebut berhasil ditangkap pada Selasa kemarin setelah petugas melacak lokasinya sekitar 2,5 kilometer di selatan stasiun utama kota. Proses penangkapan berlangsung selama satu jam 40 menit.

Seorang dokter hewan sempat gagal mengenai sasaran saat menembakkan peluru bius pertama. Beruang itu akhirnya berhasil dilumpuhkan setelah dua tembakan berikutnya dilepaskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip BBC, Jumat (12/6/2026) beruang dengan bobot sekitar 100 kilogram itu telah terlihat lebih dari 20 kali sejak Sabtu kemarin. Warga melaporkan kemunculannya di dekat rumah, sekolah, taman, hingga sungai.

ADVERTISEMENT

Satwa tersebut juga terlihat berenang dan memanjat pagar rumah warga, kemunculan beruang di kawasan perkotaan itu tergolong tidak biasa. Pemerintah Kota Utsunomiya menutup seluruh 94 sekolah dasar dan menengah negeri serta meminta warga mengunci pintu dan jendela rumah.

Pejabat setempat menduga masih ada satu beruang lain yang berkeliaran di kota itu. Jepang tengah menghadapi peningkatan kasus pertemuan antara manusia dan beruang.

Kementerian Lingkungan Hidup Jepang mencatat 238 orang menjadi korban serangan beruang sepanjang 2025, termasuk 13 orang yang meninggal dunia. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam catatan pemerintah.

Para ahli menilai meningkatnya kemunculan beruang dipicu berkurangnya sumber makanan alami seperti biji ek dan kacang beech. Kondisi itu membuat beruang yang biasanya hidup di kawasan pegunungan, terutama wilayah Tohoku, masuk ke permukiman untuk mencari makanan.

Selain itu, menyusutnya populasi di pedesaan Jepang juga disebut berkontribusi. Berkurangnya aktivitas manusia membuat beruang lebih berani memasuki kawasan yang sebelumnya ramai.

Perubahan lingkungan juga diduga memengaruhi pola hibernasi sehingga memperpanjang masa aktif satwa tersebut. Sementara itu, petugas masih memburu beruang lain yang menyerang empat orang di kawasan permukiman Kota Fukushima pekan lalu, upaya pembiusan terhadap beruang itu belum berhasil.

Beruang tersebut sempat masuk ke sebuah pabrik elektronik dan lolos dari kepungan polisi. Wali Kota Fukushima bahkan mengatakan petugas melihat satwa itu minum dari keran air dan diduga mampu memutar gagangnya sendiri.

Pemerintah Jepang kini menggunakan drone untuk membantu pencarian. Awal tahun ini, pemerintah juga membentuk satuan tugas khusus dan menerapkan langkah darurat untuk menekan jumlah korban serangan beruang.

Sejumlah daerah dan perusahaan teknologi turut mengembangkan berbagai solusi, mulai dari sistem pemantauan berbasis AI hingga drone berkamera termal yang dapat melacak pergerakan beruang di hutan lebat. Sementara itu, perusahaan Ohta Seiki melaporkan permintaan robot pengusir satwa liar 'super monster wolf' meningkat pada 2026 dan telah melampaui jumlah pesanan pada tahun-tahun normal.



(upd/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads