AS Ancam Deportasi Influencer Cari Untung dari Ngonten di Piala Dunia 2026

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

AS Ancam Deportasi Influencer Cari Untung dari Ngonten di Piala Dunia 2026

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Jumat, 12 Jun 2026 18:15 WIB
Timnas Brasil menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan meski tanpa diperkuat Neymar. Selecao sukses menundukkan Mesir dengan skor 2-1 dalam laga uji coba terakhir jelang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Huntington
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Ken Blaze/Reuters)
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengingatkan konten kreator dan influencer asing agar tidak memanfaatkan visa turis untuk menghasilkan uang dari Piala Dunia 2026. Pelanggaran terhadap ketentuan visa dapat berujung pada penolakan masuk hingga deportasi.

Pelanggaran aturan itu dapat berujung pada pencabutan visa hingga deportasi. Peringatan itu disampaikan menjelang Piala Dunia 2026.

Melansir PUNCH, Jumat (12/6/2026), dalam pernyataan kepada kantor berita EFE, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) serta Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menegaskan bahwa warga negara asing yang masuk menggunakan visa turis tidak boleh menerima penghasilan dari sumber di AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengunjungi Amerika Serikat dengan tujuan utama membuat konten sebagai influencer dan menghasilkan pendapatan dari sumber di AS selama berada di negara tersebut dianggap sebagai pekerjaan dan memerlukan visa yang sesuai," bunyi pernyataan itu.

ADVERTISEMENT

Pemerintah AS menjelaskan visa turis B-2 hanya diperuntukkan bagi kegiatan wisata, liburan, kunjungan keluarga, atau perawatan medis. Visa itu tidak mengizinkan pemegangnya bekerja maupun menerima pendapatan dari aktivitas yang dilakukan di wilayah Amerika Serikat.

Pelanggaran dapat berakibat pada pembatalan visa, deportasi, dan pembatasan perjalanan di masa mendatang. Aturan tersebut berlaku bagi kreator yang memperoleh penghasilan melalui platform seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan Facebook.

CBP juga menegaskan bahwa bekerja untuk perusahaan media saat berada di Amerika Serikat dengan visa turis termasuk pelanggaran.

Pengacara imigrasi, Alex Galvez, mengatakan pelanggar berisiko kehilangan visa turis mereka. Namun, ia menilai influencer masih dapat mengajukan gugatan jika akun media sosial mereka terdaftar di negara asal dan pembayaran diterima di luar AS.

Peringatan itu muncul menjelang Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli. Turnamen tersebut diperkirakan akan menarik banyak konten kreator yang datang untuk mendokumentasikan pertandingan dan suasana selama ajang berlangsung.

Isu visa menjelang Piala Dunia 2026 tidak hanya menyasar influencer. Pekan lalu, International Sports Press Association mengkritik kebijakan visa Amerika Serikat yang dinilai menghambat sejumlah jurnalis olahraga untuk masuk ke negara tersebut.

Selain itu, AS juga dilaporkan menolak masuk wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, menjelang turnamen. Dan pada 2025 kreator TikTok, Khaby Lame, juga sempat ditahan otoritas imigrasi di Las Vegas dan akhirnya meninggalkan Amerika Serikat setelah diduga melebihi masa berlaku visanya.

Di sisi lain, Immigration and Customs Enforcement (ICE) telah mengonfirmasi akan membantu pengamanan venue Piala Dunia 2026, sejalan dengan kebijakan penegakan imigrasi yang diterapkan Pemerintah AS.



(upd/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads