Bali Masuk Zona Merah Perdagangan Burung Liar Ilegal

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bali Masuk Zona Merah Perdagangan Burung Liar Ilegal

Rizki Setyo Samudero - detikTravel
Senin, 15 Jun 2026 16:26 WIB
Dua ekor burung Curik Bali (Leucopsar rothschildi) berdiri di atas ranting saat pelepasliaran di Desa Adat Karang Dalem Tua, Badung, Bali, Kamis (9/4/2026). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bali melepasliarkan 12 burung Curik Bali a
Ilustrasi burung Curik Bali di Bali Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Denpasar -

Flight Protecting Indonesia's Birds mengungkap Bali menjadi rute utama perdagangan satwa ilegal, khususnya burung liar. Bahkan, Bali disebut masuk kategori tinggi perdagangan ilegal satwa liar.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Flight Marison Guciano saat diskusi 'Bali: Antara Rute Utama dan Pasar Gelap Perdagangan Ilegal Satwa Liar' di Kubu Kopi, Denpasar, Senin (15/6/2026). Flight merupakan organisasi yang berfokus pada pemberantasan perdagangan burung liar ilegal di Indonesia.

"(Bali) rute utama dari perdagangan ilegal satwa liar, terutama burung liar dari Nusa Tenggara Barat menuju Pulau Jawa," kata Marison.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain rute utama, Bali juga menjadi sumber asal burung yang diperjualbelikan secara ilegal dan juga menjadi pasar yang cukup signifikan," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Marison, minat dan penghobi burung kicau di Bali termasuk tinggi. Dia menilai hal ini dapat mengancam populasi burung-burung liar di Pulau Dewata.

"Karena memang cara yang paling mudah dan murah untuk mendapatkan burung yaitu mengambil dari alam dibandingkan dengan melakukan penangkaran yang butuh waktu dan butuh biaya," jelas Marison.

Marison menegaskan pemerintah dan otoritas terkait perlu menyikapi permasalahan tersebut dalam rangka melestarikan satwa liar di Bali. Ia juga mendorong upaya perlindungan satwa di Bali dapat menggunakan instrumen hukum adat.

"Apalagi dalam lima bulan terakhir itu, data penyitaan burung liar di Bali paling tinggi se-Indonesia. Ada 10 ribu lebih burung liar yang yang disita oleh otoritas dan burung-burung itu merupakan burung-burung yang berasal dari alam, diambil secara ilegal gitu," ujar Marison.

"Karena Bali merupakan rute utama dari masifnya skala perdagangan ilegal burung liar atau satwa liar, ini juga akan memicu rentannya potensi zoonosis," imbuhnya.

---

Artikel ini sudah tayang di detikBali. Baca selengkapnya di sini.



(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads