Birahi Jelang Kirab 1 Suro, Tiga Kebo Bule Keraton Solo Berpotensi Absen

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Birahi Jelang Kirab 1 Suro, Tiga Kebo Bule Keraton Solo Berpotensi Absen

Tara Wahyu NV - detikTravel
Selasa, 16 Jun 2026 15:23 WIB
Lima ekor kebu bule yang berada di kandangnya di Alun-alun Kidul, Senin (15/6/2026)
Lima ekor kebu bule yang berada di kandangnya di Alun-alun Kidul, Senin (15/6/2026). (Tara Wahyu/detikJateng)
Solo -

Menjelang Kirab Pusaka Malam 1 Suro 2026 di Keraton Surakarta Hadiningrat, tiga dari lima ekor kebo bule keturunan Kiai Slamet belum bisa mengikuti gladi Mahesa secara optimal. Sementara itu, hanya dua ekor yang dapat mengikuti latihan jalan menjelang prosesi budaya tahunan tersebut.

Serati atau pawang kebo bule, Heri Sulistyo, menjelaskan bahwa dari lima kerbau yang disiapkan untuk kirab, yakni Paing, Ponco, Wati, Mugi, dan Suro, terdapat beberapa yang menunjukkan perilaku rewel saat gladi. Kondisi tersebut membuat tidak semua kerbau dapat dilibatkan dalam latihan.

"Kan kemarin di gladi, yang mau jalan dua, yang tiganya baru rewel. Ada yang birahi lah, itu nggak mau jalan, jadi nggak pas gladi," ujar Heri saat ditemui di kandang kebo bule Alun-alun Kidul, Senin (15/6/2026), dilansir detikJateng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heri menyebut bahwa pasangan Ponco (jantan) dan Mugi (betina) sedang mengalami masa birahi. Kondisi itu membuat keduanya cenderung lebih agresif dan hanya ingin berada dekat satu sama lain, sehingga sulit untuk dikendalikan secara terpisah.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Heri menegaskan bahwa tidak semua dari tiga kebo bule yang tidak optimal mengikuti gladi dalam kondisi birahi. Ia menyebut hanya Ponco dan Mugi yang dipastikan sedang dalam masa tersebut, sementara satu ekor lainnya hanya menunjukkan perilaku rewel saat latihan.

Menurut Heri, masa birahi pada kebo bule merupakan siklus alami hewan yang biasanya berlangsung satu hingga dua hari. Namun, kondisi ini tetap menjadi perhatian karena dapat membuat kerbau lebih agresif dan sulit diprediksi di lapangan.

"Paling itu alami, bawaan dari hewannya sendiri. Paling sehari, dua hari kalau sudah nggak, ya sudah biasa lagi," ujarnya.

Karena faktor keamanan, kebo bule yang sedang birahi tidak dapat dipaksakan mengikuti kirab. Heri khawatir kondisi tersebut justru dapat membahayakan warga yang menyaksikan jalannya prosesi.

"Nanti takutnya di jalan itu lho, nabrak-nabrak, nyelakain orang. Kan itu ngejar terus pasangannya. Harus berdua, jadi ke mana pun diikuti terus," kata dia.

Hingga saat ini, dia belum dapat memastikan berapa ekor kebo bule yang akan ikut dalam Kirab Pusaka Malam 1 Suro. Keputusan akhir masih menunggu evaluasi kondisi hewan serta koordinasi dengan pihak keraton.

Ia menambahkan bahwa kondisi Ponco dan Mugi sudah berlangsung sekitar tiga hari terakhir, menjelang pelaksanaan kirab.

"Sudah tiga harian ini ada. Menjelang kirab ini yang birahi satu pasang, jantan sama betina ini. Yang Ponco sama Mugi," kata dia.

Sebelumnya, lima kebo bule tersebut telah dilepas dari kandang untuk mengikuti gladi Mahesa sebagai bagian dari persiapan Hajad Dalem Kirab Pusaka Malam 1 Suro. Latihan ini dilakukan untuk melatih pergerakan setelah lama berada di kandang, kemudian dipersiapkan untuk kirab utama pada Selasa (16/6) malam.



(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads