Kisah di Balik Nama Dusun Pentil di Rembang, Bukan Bagian Tubuh yang Saru

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kisah di Balik Nama Dusun Pentil di Rembang, Bukan Bagian Tubuh yang Saru

Mukhammad Fadlil - detikTravel
Rabu, 17 Jun 2026 16:16 WIB
Pasar di Dusun Pentil di Rembang
Pasar Pentil di Rembang (Mukhammad Fadlil/detikJateng)
Rembang -

Nama Dusun Pentil di Rembang, Jawa Tengah kerap mengundang senyum orang yang pertama mendengarnya. Ternyata, asal usulnya bukan dari bagian tubuh yang saru.

Nama dusun yang berada di Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang itu memang kerap dianggap lucu, karena pengucapannya sama dengan 'pentil' atau puting payudara dalam bahasa Jawa.

Dusun Pentil merupakan satu dari enam dukuhan yang ada di Desa Gunungsari. Bersama Dukuh Gobog, Nganguk, Mulo, Pendem, dan Ngumpleng, nama itu telah melekat sejak zaman para leluhur dan masih dipertahankan hingga sekarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perangkat Desa Gunungsari, Sumijan, menuturkan asal-usul nama Pentil tidak berkaitan dengan makna saru yang kerap diasosiasikan masyarakat saat ini. Menurut cerita para orang tua terdahulu, nama tersebut lahir dari kondisi masyarakat pada masa lampau.

"Dulu diceritakan kalau orang sini berdagang atau usaha itu sulit berkembang. Kalau sudah mulai besar selalu ada kendala," kata Sumijan, Sabtu (13/6).

ADVERTISEMENT

Para leluhur dusun kemudian mengibaratkan keadaan tersebut seperti buah yang baru tumbuh. Dalam bahasa Jawa, buah yang masih kecil disebut "pentil". Ketika usaha warga mulai berkembang, kondisinya seolah kembali ke titik awal dan tidak pernah benar-benar membesar.

"Diibaratkan seperti tanaman yang mau berbuah. Sudah pentil, tetapi tidak bisa berkembang besar, lalu seperti pentil lagi. Begitu terus. Dari situ kemudian disebut Pentil," ujarnya.

Nama itu bertahan hingga sekarang, meski kerap menjadi bahan candaan orang. Sumijan mengaku sejak kecil sudah terbiasa mendengar guyonan dari teman-temannya yang berasal dari luar desa.

Menurutnya, dahulu ada ejekan yang cukup populer di kalangan anak-anak sekolah, yakni "Nganguk-Pentil Sewu (mengintip pentil, seribu)". Sebutan itu merujuk pada dua dukuh yang berada di Desa Gunungsari.

"Kalau saya tidak apa-apa. Warga juga sudah terbiasa. Itu cuma bercanda saja," katanya sambil tersenyum.

Meski kerap menjadi bahan lelucon, warga Pentil tidak pernah berpikir untuk mengubah nama dusun tersebut. Bagi mereka, nama Pentil merupakan warisan leluhur yang harus dijaga.

"Sudah dari nenek moyang dulu. Tidak ada usulan ganti nama," imbuh Sumijan.

Tradisi Kenduri Jajanan Pasar Pentil

Menariknya, di balik nama yang unik itu terdapat sebuah tradisi yang hingga kini masih dipercaya sebagian masyarakat. Di Dusun Pentil terdapat pasar tradisional yang telah ada sejak lama dan dikenal warga sekitar sebagai Pasar Pentil.

Pasar itu bukan sekadar tempat transaksi jual beli. Bagi sebagian warga, Pasar Pentil memiliki nilai simbolis yang berkaitan dengan ritual nazar atau kenduri.

Menurut Sumijan, seseorang yang memiliki hajat tertentu terkadang bernazar akan menggelar kenduri apabila keinginannya terkabul. Salah satu syarat yang dipercaya turun-temurun adalah menggunakan jajanan pasar yang dibeli dari Pasar Pentil.

"Ada yang kendurinya di lokasi pasar, ada juga yang di rumah. Tetapi berkat atau ambengnya menggunakan jajan pasar dari Pasar Pentil," jelasnya.

Tradisi tersebut telah berlangsung sejak lama dan tidak hanya dilakukan warga Gunungsari, tetapi juga masyarakat dari desa-desa sekitar.

Cerita serupa disampaikan warga Desa Babadan, Kecamatan Kaliori, Masudi. Ia mengaku keluarganya pernah menjalankan nazar yang berkaitan dengan Pasar Pentil.

"Ibu saya pernah bernazar, kalau punya menantu akan mengadakan kenduri dengan jajan pasar dari Pasar Pentil. Memang kepercayaan warga sekitar seperti itu," tutur Masudi.


--------

Artikel ini telah naik di detikJateng.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Cerita Hangat di Balik Meja Keluarga Kartini di Rembang"
[Gambas:Video 20detik] (wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads