Perjalanan bukan hanya tertuju pada suatu destinasi, menyelami diri lebih dalam juga merupakan sebuah perjalanan yang lebih bermakna.
Berkonsep psychological tourism, Artotel Group mencoba memberikan pengalaman berwisata yang lebih bermakna untuk masyarakat. Hal ini coba mereka gagas bersama PT. Perisai Psikologi Indonesia dengan program yang dinamakan 'Mindhavana'.
Director of Sales & Revenue Artotel Group, Nastalia Nursanti, mengatakan program ini bukan hanya menyuguhkan pengalaman staycation saja. Tetapi jauh dari itu, berwisata bisa membuat kita lebih mengenal diri dan juga menata hidup kembali untuk jauh lebih bermakna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Program ini dirancang untuk membantu individu yang ingin melakukan refleksi diri, membangun keseimbangan emosional, serta menemukan kembali tujuan makna hidup melalui pengalaman perjalanan yang terstruktur dan profesional, juga untuk perjalanan personal," kata Lia saat konferensi pers di Artotel Casa Hang Tuah, Rabu (17/6/2026).
Nantinya, dengan program tersebut peserta akan didampingi oleh psikolog yang tersertifikasi. Dan tentunya berbeda dengan konsep wellness tourism yang terpaku pada pengalaman fisik.
Sebagai contoh, ia menyebut olahraga, yoga, pilates hingga spa. Untuk Mindhavana ini, peserta akan diajak untuk kembali terkoneksi dengan dirinya.
"Mindhavana ini sangat berbeda, dengan konsep wellness yang dikolaborasikan kami ingin menghadirkan dimensi baru yaitu pengalaman yang membantu seseorang berhenti sejenak, merefleksikan hidupnya, dan kembali terhubung dengan dirinya sendiri dengan bantuan langsung dari para psikolog," jelas Lia.
Karena di situasi saat ini inovasi sektor pariwisata perlu banyak terobosan agar banyak kalangan bisa menikmatinya dengan mudah.
"Karena sebuah perjalanan wisata tidak hanya membawa kita ke tempat yang baru, tetapi juga membawa kita lebih dekat kepada diri kita sendiri," lengkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, COO PT. Perisai Psikologi Indonesia, Catur Prasetyo, target market dari wisata psikologi ini adalah masyarakat lanjut usia, dengan individu di atas 50 tahun. Di mana, setelah mengarungi fase kehidupan yang sedemikian rupa, perlu adanya motivasi baru untuk menyelami kembali makna hidup.
"Psycological tourism adalah pendekatan baru berdasarkan ilmu psikologi dan ilmu pariwisata dengan dasar ilmiah yang kami lakukan. Fokusnya bukan hanya membawa seseorang ke tempat yang indah, tapi membantu seseorang bertemu kembali dengan dirinya," ungkap Catur.
Sebagai informasi, peserta yang ingin mengikuti program ini bisa memilih paket yang tersedia mulai dari Rp 7.250.000 per orang. Dengan pilihannya di tiga destinasi dari jaringan Artotel Group seperti Artotel Casa Hang Tuah, Artotel Pelangi Park, dan The Green Peak, Artotel Curated.
Untuk durasi programnya terdiri dari tiga pilihan, yaitu 3 hari 2 malam, 5 hari 4 malam, dan 7 hari 6 malam.











































Komentar Terbanyak
Femas, Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Terdeteksi di Masjid
Terpopuler: Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Sempat Terdeteksi di Masjid
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan