Perjalanan menuju Stadion MetLife di New Jersey, Amerika Serikat untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026. Terkhusus saat laga Prancis melawan Senegal.
Suporter harus menghadapi biaya transportasi yang mahal hingga akses menuju stadion yang dinilai kurang nyaman.
Mereka yang menggunakan kereta NJ Transit diwajibkan membeli tiket pulang-pergi seharga USD 98 (Rp 1,7 juta). Tarif khusus selama Piala Dunia 2026 itu menuai protes karena jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biayanya sangat mahal dibandingkan yang biasanya harus dibayar untuk menyeberang ke sana," kata suporter Prancis, Sayo Ajagbe, dilansir dari New York Post, Rabu (17/6/2026).
Ajagbe mengaku tidak memiliki banyak pilihan transportasi. "Tidak ada banyak cara untuk ke sana. Kalau bukan karena kemacetan dan waktu tempuh yang mungkin lebih lama, saya mungkin sudah naik Uber," lanjutnya.
Keluhan serupa disampaikan, Akshay Anil, penonton yang rela mengeluarkan USD 800 (Rp 14 juta) untuk membeli tiket pertandingan. Menurutnya, kenaikan tarif kereta masih bisa dimaklumi, tetapi tidak sampai sebesar itu.
"Kalau tarifnya sedikit lebih mahal, tidak masalah. Tapi USD 98 terlalu mahal. Itu sekitar delapan kali lipat dari harga normal," ucapnya.
Tarif khusus tersebut diberlakukan Pemerintah New Jersey untuk delapan pertandingan Piala Dunia yang berlangsung di Stadion MetLife sepanjang Juni hingga Juli. Kebijakan itu sudah menuai kritik bahkan sebelum turnamen dimulai.
Tak hanya pengguna kereta, suporter yang datang dengan kendaraan pribadi juga mengeluhkan akses ke stadion. Salah satunya Anthony DeLuca, harus membayar biaya parkir sekitar USD 225 (Rp 3,9 juta), lalu berjalan hampir 30 menit dari area parkir menuju pintu masuk stadion.
"Saya membayar hampir USD 300 untuk parkir dan tetap harus berjalan sangat jauh. Saya paham ada pertimbangan keamanan dan secara umum semuanya berjalan tertib, tapi saya punya masalah pada punggung, jadi berjalan sejauh itu cukup melelahkan, bahkan sebelum masuk stadion," keluh Anthony.
Adapun, wisatawan asal Prancis, Elodie Martin, mengaku sempat kebingungan mencari jalan menuju stadion karena banyaknya jalur pengalihan dan pembatas yang dipasang.
"Setiap kali kami merasa sudah sampai, ternyata masih harus berbelok lagi. Begitu melihat kerumunan suporter dan jersey dari berbagai negara, semua itu memang terlupakan," ungkap Martin.
"Namun kalau ditanya apakah prosesnya lancar, jawabannya tidak juga. Untuk acara sebesar Piala Dunia, saya berharap aksesnya lebih mudah," tambah Martin.
Sebagian penonton memilih menggunakan taksi dari Manhattan. Namun ongkos yang ditawarkan juga cukup tinggi, sejumlah sopir mematok tarif hingga USD 120 (Rp 2,1 juta) per perjalanan sehingga banyak suporter berbagi kendaraan dengan orang yang baru mereka temui untuk menekan biaya.
Masalah transportasi diperkirakan berlanjut setelah pertandingan usai. Pada laga sebelumnya di Stadion MetLife, ribuan suporter dilaporkan harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan Uber atau Lyft karena tingginya permintaan.
Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur New York, Kathy Hochul, mengatakan pemerintah telah menyiapkan layanan bus dari Manhattan sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan kereta.
"Kami berharap perjalanan menuju stadion menjadi lebih mudah. Yang lebih kami khawatirkan justru perjalanan pulang. Kami ingin memastikan semua orang mendapatkan pengalaman yang lebih baik," kata Hochul.











































Komentar Terbanyak
Femas, Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Terdeteksi di Masjid
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan
Naik Tiga Tingkat! Indonesia Kini di Posisi ke-2 Destinasi Ramah Muslim