Pencemaran lingkungan menodai pantai Pangandaran. Pantai Sukaresik sampai menghitam gara-gara kapal tongkang pengangkut batu bara bocor.
Bocornya kapal tongkang pembawa batubara 80.000 pon atau sekitar 36 ton yang karam di Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran mulai menunjukkan dampak lingkungan yang meluas.
Air laut di sekitar lokasi pantai tampak menghitam akibat cemaran batu bara. Pantauan di lokasi pada Kamis (18/6) pagi, sekitar pukul 07.30 WIB, menghitamnya pesisir pantai tempat karamnya kapal tongkang batubara itu pun menjadi tontonan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka tampak mengambil gambar hingga berswafoto dengan latar belakang kapal tongkang batubara yang kondisinya sudah miring.
Bahkan, batubara di atas kapal tersebut sudah meluber dan terbawa arus ke pesisir Sukaresik. Terlihat hamparan batubara seukuran koral dan kelereng berserakan di sepanjang pantai.
Meski belum ada garis polisi, lokasi itu dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Satpolairud Polres Pangandaran dan unsur TNI.
Sebelumnya, kapal tongkang yang membawa 80.000 ton batubara itu ditarik kapal Tugboat Titan 33 dari Palembang dengan tujuan Cilacap. Perjalanan berakhir di Pantai Batukaras pada Selasa (17/6). Penyebab bersandar dan karamnya kapal tongkang tersebut karena adanya kebocoran.
Jika dilihat, lokasi karamnya tongkang batubara berada tak jauh dari Pantai Batuhiu dan pusat konservasi penyu, sehingga kawasan itu berpotensi terkena pencemaran.
Selain itu, jarak menuju dua destinasi wisata lainnya seperti Pantai Batukaras dan Pantai Pangandaran berpotensi terkena dampaknya. Ditambah lagi, kawasan itu juga berdekatan dengan area tangkap nelayan.
Kasat Polairud Polres Pangandaran AKP M Anang Tri mengatakan, saat ini kapal tongkang bermuatan batubara di Pantai Sukaresik sudah dijaga ketat. Sementara itu, kapal Tugboat Titan 33 diamankan ke Pelabuhan Bojongsalawe.
"Sementara hari ini masih kami jaga ketat, termasuk kapal tugboat sekarang dibawa ke pelabuhan Bojes," ucap Anang saat dihubungi detikJabar, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya tindak pidana, khususnya pencurian dan penjarahan oleh orang tidak bertanggung jawab. "Sehingga saat ini melakukan pengamanan oleh petugas bersama TNI AL," ucapnya.
Selain itu, pihak Satpolairud telah melakukan koordinasi dengan kapten kapal, agen pelayaran, serta masyarakat setempat guna menjaga status quo lokasi sambil menunggu evakuasi.
--------
Artikel ini telah naik di detikJabar.











































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan