Kabar Sedih dari Way Kambas, Gajah Jantan Bernama Indra Mati

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kabar Sedih dari Way Kambas, Gajah Jantan Bernama Indra Mati

Tommy Saputra - detikTravel
Kamis, 25 Jun 2026 18:08 WIB
Gajah  di TN Way Kambas, Lampung Timur, berusia 42 tahun mati
Kematian Indra, gajah Sumatera di TN Way Kambas (dok. Istimewa/TN Way Kambas)
Lampung -

Kabar sedih datang dari Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Seekor gajah jantan berusia 42 tahun bernama Indra mati pada Senin (22/6).

Indra sudah puluhan tahun menjadi bagian penting dalam upaya konservasi Gajah Sumatera di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang berada di Lampung Timur.

Kematian gajah yang dikenal jinak tersebut menjadi kehilangan besar bagi dunia konservasi satwa liar di Indonesia. Sudah lebih dari tiga dekade Indra mengabdi dalam berbagai kegiatan konservasi di Provinsi Lampung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi membenarkan kematian Indra. Dia mengatakan Indra bukan sekadar satwa binaan, melainkan bagian dari sejarah panjang konservasi Gajah Sumatera di Way Kambas.

ADVERTISEMENT

"Indra telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai kegiatan lapangan dan penanganan konflik satwa liar. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi kami," katanya, Rabu (24/6/2026).

Kronologi Kematian Indra

Zaidi menjelaskan Indra mati setelah sebelumnya tiba-tiba ambruk di area rawa Taman Nasional Way Kambas usai mandi.

"Jadi pada Minggu (21/6/2026) sore, Indra menjalani aktivitas mandi rutin di area rawa. Namun saat hendak kembali ke kandang, gajah tersebut tiba-tiba ambruk dan tidak mampu berdiri," ujarnya.

Kemudian, mahout pendamping bersama tim penyelamat segera melakukan upaya evakuasi dengan bantuan sejumlah gajah jinak lainnya.

"Indra sempat berhasil diposisikan duduk, tetapi tak lama kemudian kembali rebah karena kondisi tubuhnya yang sudah sangat lemah," jelasnya.

Tim dokter hewan kemudian memberikan penanganan darurat secara intensif kepada Indra di lokasi karena medan rawa yang menyulitkan proses evakuasi menuju fasilitas medis.

"Setelah berjuang selama lebih dari 20 jam, Indra akhirnya dinyatakan mati pada Senin (22/6) pukul 11.06 WIB," kata Zaidi.

Usai dinyatakan mati, Balai TNWK kemudian melakukan nekropsi atau bedah bangkai untuk mengetahui penyebab kematian. Pemeriksaan tersebut dipimpin tim dokter hewan TNWK dan disaksikan aparat kepolisian, TNI, serta Polisi Kehutanan.

Sejumlah sampel organ telah diambil untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah Indra dimakamkan di area khusus di dalam kawasan TNWK.


--------

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.



(wsw/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads