Media sosial dihebohkan oleh rekaman video sekawanan lutung jawa (Trachypithecus auratus) yang berada di jembatan gantung Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Primata endemik berbulu hitam itu duduk santai di tali pembatas dan melintas di atas jembatan.
Video itu diunggah oleh Yunarsih, wisatawan asal Jakarta. Hingga Kamis (25/6/2026) videonya sudah diputar sebanyak 387 ribu kali, disukai oleh 24,9 ribu dan dibagikan 2.534 kali.
Yunarsih menceritakan pengalamannya saat berpapasan langsung dengan kawanan satwa liar tersebut. Video itu ia rekam saat berkunjung bersama tiga temannya pada Februari lalu dan diunggah baru-baru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya ini video waktu Februari lalu saat saya berkunjung berempat dengan teman-teman ke Asap Isep Smokehouse. Nah, saya buat itinerary-nya sebelum check-in, saya pergi ke Situ Gunung dulu untuk tracking, karena kebetulan hanya berjarak 500 meter," kata Yunarsih saat dihubungi detikJabar, dikutip Jumat (26/6/2026).
Bagi Yunarsih, ini merupakan kunjungan ketiganya ke kawasan wisata alam tersebut. Namun, suasana pada jam 11.00 WIB siang itu terasa sangat berbeda dari kunjungan-kunjungan sebelumnya.
"Cuma pada hari itu saya agak melihat keanehan. Kok biasanya saya kemarin nggak pernah lihat lutung, tapi hari itu kok lutungnya banyak banget," kata dia.
Awalnya, ia mengira keberadaan primata tersebut sengaja dilepasliarkan oleh pengelola. "Saya pikir oh mungkin ini taktik manajemen kali ya buat daya tarik Situ Gunung biar makin rame," kata dia.
Ketakutan sempat melanda Yunarsih dan teman-temannya ketika melihat jumlah lutung yang semakin banyak di area jembatan gantung, bahkan sampai mencegat jalur perlintasan. Beruntung, petugas penjaga jembatan sigap menenangkan mereka.
"Sempet ketemu sama abang-abang penjaga jembatan gantungnya, dia bilang 'Aman kak nggak galak'. Lalu karena abangnya ngomong gitu, beranilah kita walau deg-degan, takut banget dijambak, ha-ha-ha. Lalu kita jalan pelan-pelan," kata Yunarsih.
Meski sempat diselimuti rasa takut, Yunarsih mengaku sangat berkesan bisa menyaksikan fenomena langka tersebut dari jarak dekat. Ia juga memilih untuk tidak berinteraksi berlebihan dengan kawanan lutung demi keselamatan bersama.
"Tapi seru banget, nggak pernah sedekat itu sama lutung yang banyak di alamnya mereka. Iya, pertama kali secara langsung banyak, dekat, dan benar-benar di alamnya. Nggak berani (interaksi) karena saya tahu kalau kasih makan kita nanti diserbu," ujar dia.
Dia pun berpesan agar kelestarian kawasan ini tetap dijaga. "Kita berkunjung ke sana berwisata tapi jangan mengubah apa yang alam buat," kata dia.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Resort Situ Gunung, A Jadin Anhar, menjelaskan bahwa kemunculan kawanan primata hitam tersebut merupakan fenomena alam yang sangat wajar.
"Jembatan gantung Lembah Purba berada di zona pemanfaatan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Lutung jawa di sini adalah satwa liar endemik yang hidup bebas di habitat aslinya," kata Jadin.
Jadin memaparkan kontruksi jembatan gantung yang membelah hutan menjadi alasan mengapa satwa dilindungi ini kerap terlihat di sana.
"Kehadiran mereka di area suspension bridge adalah hal yang wajar dan sering terjadi. Jembatan tersebut melintasi kanopi hutan, sehingga kawanan lutung sering menggunakannya sebagai jalur perlintasan alami atau saat mencari makan (seperti buah hutan) di sekitar jembatan," ujar dia.
Saat ini, kawasan konservasi TNGGP Situ Gunung masih menjadi rumah yang aman bagi primata endemik ini. Pengelola TNGGP mencatat populasi lutung jawa di kawasan tersebut saat ini telah mencapai lebih dari 300 individu.
(fem/fem)











































Komentar Terbanyak
Viral Turis China Dilecehkan Warlok Bali, Berawal dari Salaman Lalu ke Kemaluan
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030
Malaysia Rajai Pariwisata ASEAN, Indonesia Kalah dari Vietnam