Kemunculan beruang di dekat permukiman Tokyo kian meningkat. Pemerintah pun mengambil langkah dengan menertibkan vegetasi di bantaran sungai sebagai upaya pencegahan.
Peningkatan kemunculan beruang itu dilaporkan terjadi di Kota Hachioji sejak April lalu. Total sebanyak 11 laporan penampakan maupun jejak keberadaan beruang yang tercatat.
Pada 29 April, kamera otomatis bahkan merekam seekor beruang hitam di dekat area permukiman yang berada tak jauh dari kawasan pegunungan. Pemerintah di sana menilai semak dan vegetasi lebat di sepanjang sungai bisa menjadi jalur bagi beruang untuk bergerak menuju area perkotaan tanpa harus melewati ruang terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari NHK, Jumat (26/6/2026) kondisi itu dinilai meningkatkan risiko beruang semakin dekat dengan warga. Pada akhir Mei, Pemerintah Kota Hachioji kemudian meminta pemerintah pusat dan pemerintah metropolitan Tokyo yang mengelola sungai untuk ikut mengambil langkah pencegahan.
Permintaan tersebut ditindaklanjuti oleh kantor pengelola sungai di bawah Kementerian Pertanahan Jepang, yang mengelola Sungai Asakawa di wilayah itu. Petugas kemudian membersihkan rumput dan semak di sepanjang sekitar 30 meter di kedua sisi sungai, yang lokasinya sekitar 200 meter dari Balai Kota Hachioji.
Langkah itu menjadi yang pertama kalinya khusus untuk mengantisipasi pergerakan beruang di wilayah tersebut. Otoritas setempat berharap pembersihan itu bisa membantu mengurangi potensi beruang mendekati permukiman.
Sebelumnya, seekor beruang hitam berbobot 100 kilogram yang sempat meresahkan warga di Kota Utsunomiya berhasil di tangkap oleh pihak berwenang, dengan tiga kali hujaman peluru bius.
Jepang akhir-akhir ini memang tengah dilanda kepanikan karena banyaknya beruang hitam yang berkeliaran di dekat permukiman warga. Alhasil banyak langkah antisipasi yang mulai dilakukan, mulai dari robot serigala, artificial intelligence, hingga teknologi mutakhir macam penggunaan drone.










































