Pendakian Gunung Agung di Bali Tutup Hari Ini sampai 2 Juli, Kenapa?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pendakian Gunung Agung di Bali Tutup Hari Ini sampai 2 Juli, Kenapa?

I Wayan Selamat Juniasa - detikTravel
Jumat, 26 Jun 2026 18:34 WIB
Gunung Agung di Desa Duda Timur, Karangasem, Bali
Gunung Agung di Bali (Antara Foto)
Karangasem -

Pendakian Gunung Agung di Karangasem, Bali akan ditutup selama sepekan, mulai dari Jumat 26 Juni ini hingga Kamis 2 Juli mendatang. Kenapa?

Ternyata, penutupan jalur pendakian gunung Agung tersebut berkaitan dengan akan dilaksanakannya pujawali atau piodalan di Pura Pengubengan, Besakih.

Pemucuk Pura Pengubengan Besakih, Jro Mangku Nyoman Artawan, mengatakan penutupan sementara jalur pendakian itu sudah disosialisasikan secara luas kepada warga dan para pendaki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sosialisasi itu termasuk dengan bersurat kepada forum Pendakian Provinsi Bali maupun travel agent, agar para wisatawan menunda pendakian gunung Agung selama pujawali di Pura Pengubengan Besakih.

"Kami sudah bersurat secara resmi sejak beberapa waktu yang lalu kepada semua pihak. Semoga tidak ada pendaki yang nekat," kata Artawan, Rabu (24/6).

ADVERTISEMENT

Artawan mengungkapkan puncak pujawali di Pura Pengubengan Besakih akan dilaksanakan pada Senin (29/6). Adapun, rangkaian pujawali sudah mulai dilaksanakan sejak Jumat (26/6).

"Saya harapkan seluruh pendaki mentaati dan tidak ada yang melanggar untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Mari kita saling menghormati," ujar Artawan.

"Silakan melakukan pendakian setelah pujawali selesai dilaksanakan (3 Juli)," imbuhnya.

Artawan berharap pelaksanaan pujawali di Pura Pengubengan Besakih berjalan lancar. Saat ini, para pengempon pura sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut upacara adat tersebut.

Gunung Agung adalah gunung berapi paling aktif di Bali. Ketinggiannya mencapai 3.142 mdpl. Butuh pendakian selama 7-8 jam dari Besakih untuk mencapai puncak gunung ini.

Gunung ini pun jadi favorit para pendaki. Namun masyarakat Bali menganggap gunung ini sangat sakral dan tidak boleh sembarangan ketika mendaki di sini.

--------

Artikel ini telah naik di detikBali.



(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads