Artotel Group mendapatkan kepercayaan untuk mengelola empat aset yang dimiliki oleh Universitas Indonesia. Kerja sama tersebut tujuannya bukan hanya sekadar bisnis, tetapi juga untuk memberi dukungan antara industri dengan Universitas Indonesia.
Dalam agenda penandatanganan nota kesepahaman (Mou), di Gedung Pusat Administrasi Universitas Indonesia, Senin (29/6/2026) Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, menjelaskan pengelolaan aset yang dilakukan oleh Artotel Group ini bertujuan untuk mengoptimalkan aset berharga yang dimiliki oleh pihak kampus, yang selama ini belum dikelola secara baik.
"Universitas Indonesia saat ini baru belajar untuk bagaimana kita mengoptimalkan seluruh aset universitas supaya menjadi produktif. Tentunya ditujukan sebesar-besarnya untuk meningkatkan pendapatan Universitas Indonesia," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapatan ini akan kembali digunakan untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, riset, inovasi, pengabdian masyarakat, serta kesejahteraan para dosen, tenaga pendidikan, dan juga mahasiswa," kata Heri.
Aset yang nantinya dikelola oleh Artotel Group, di antaranya Balairung Universitas Indonesia, Balai Purnomo Prawiro, Balai Sidang Universitas Indonesia, dan Ruang Apung Perspustakaan Universitas Indonesia.
Heri mengatakan jika sebelumnya aset tersebut tidak terkelola secara produktif. Sebagai contoh, ia menyebut Balairung Universitas Indonesia yang hanya dipakai kurang lebih hanya saat wisuda yang dilakukan dua kali dalam setahun dana penyambutan mahasiswa baru.
"Padahal bangunanya sangat bagus dan merupakan aset bersejarah. Kami memerlukan bantuan Artotel Group supaya aset-aset properti UI bisa lebih produktif, namun tetap memperhatikan kebutuhan dari kegiatan kemahasiswaan," ujar Heri.
Pada kesempatan yang sama, COO Artotel Group, Eduardo Rudolf Pangkerego, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk mengemban tanggung jawab tersebut. Dengan menjalankannya sesuai prosedur yang telah disepakati.
Nantinya teknis operasional aset-aset tersebut akan dilaksanakan di akhir pekan. "Kita fokuskan di weekend untuk kegiatan-kegiatannya," kata Edu.
Aktivitas yang akan diselenggarakan pun nantinya akan beragam. Mulai dari social event, exhibition, seminar, job expo, hingga pernikahan.
"Mungkin yang tadinya (agenda hanya) dua-tiga kali setahun, kita akan boost lagi dengan kegiatan-kegiatan yang mungkin akan berkolaborasi dari sisi misalnya art exhibition atau kegiatan-kegiatan seni lainnya," kata Edu.
Sebagai informasi, kerja sama ini akan mulai terjalin par 1 Juli mendatang dengan durasi kerja sama selama lima tahun.










































