Suporter Piala Dunia Pilih Transportasi Umum, Hindari Macet-Biaya Mahal!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Suporter Piala Dunia Pilih Transportasi Umum, Hindari Macet-Biaya Mahal!

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Senin, 29 Jun 2026 21:10 WIB
Sejumlah suporter Timnas Spanyol memberikan dukungan kepada kesebelasan negara mereka saat menghadapi Timnas Uruguay dalam pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 di di Stadion Akron, Guadalajara, Meksiko, Jumat (26/6/2026) waktu setempat. ANTARA FOTO/A
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Los Angeles -

Union Station Los Angeles jadi titik utama mobilitas suporter selama gelaran Piala Dunia 2026 di kawasan Inglewood. Setiap hari pertandingan, puluhan ribu penggemar dari berbagai negara memadati stasiun bersejarah tersebut sebelum melanjutkan perjalanan menuju stadion.

Namun, di balik padatnya arus penumpang dan tingginya intensitas aktivitas, perhatian juga tertuju pada munculnya fasilitas baru berupa calming pods atau ruang penenang yang disediakan oleh operator transportasi LA Metro.

Fasilitas itu menjadi respons atas kebutuhan pengunjung yang mengalami kelelahan, kepanikan, atau sekadar membutuhkan ruang tenang di tengah keramaian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Reuters, Senin (29/6/2026) Manager Divisi Hak Sipil, Kesetaraan Ras, Inklusi, dan Aksesibilitas LA Metro, Armando Roman, menjelaskan bahwa ruang tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan emosional dan personal.

ADVERTISEMENT

"Kami menerima pengunjung yang merasa kewalahan dengan kebisingan dan aktivitas di stasiun. Ada yang datang untuk berdoa, ada pula ibu yang menggunakannya untuk menyusui. Alasannya bermacam-macam," ujarnya.

Selain sebagai pusat transit, Union Station juga berubah menjadi ruang publik besar yang mengakomodasi Fan Zone, tempat ribuan suporter menyaksikan pertandingan melalui layar raksasa. Di sisi lain, arus utama penonton tetap diarahkan menggunakan transportasi umum menuju stadion, memperkuat peran kereta dan bus sebagai tulang punggung mobilitas acara.

Fenomena itu menunjukkan perubahan pola perilaku suporter yang semakin memilih transportasi publik. Selain alasan efisiensi, faktor kenyamanan dan biaya menjadi pertimbangan utama.

Warga New Orleans, Crystal Gristina, memilih menggunakan transportasi umum bersama keluarganya saat menghadiri laga Amerika Serikat melawan Turki.

"Kami tidak ingin terjebak macet dan biaya transportasi ini jauh lebih murah," ungkao Gristina.

Ia menambahkan bahwa biaya parkir di dekat stadion bisa mencapai sekitar USD 200 (RP 3,5 juta), sehingga transportasi umum menjadi pilihan yang lebih masuk akal. Pengalaman serupa dirasakan Brandon Luna dari San Diego yang menggunakan layanan kereta sebelum melanjutkan perjalanan dengan bus khusus piala dunia.

"Naik Amtrak itu menyenangkan. Kita bisa santai, duduk menikmati perjalanan, minum, sambil melihat pemandangan laut," kata Luna.

LA Metro mencatat lebih dari 20 ribu orang menggunakan bus khusus menuju stadion setiap pertandingan, sementara ribuan lainnya memanfaatkan layanan kereta dan bus reguler.

Pada laga Swiss melawan Bosnia dan Herzegovina, lebih dari 52 ribu pengguna transportasi umum tercatat, lebih dari separuh kapasitas stadion.
Di tengah keramaian itu, Fan Zone di Union Station juga dipadati penonton yang memilih menikmati atmosfer tanpa harus masuk stadion.

"Kami hanya ingin merasakan atmosfer piala dunia, menikmati fan fest, dan menjadi bagian dari kemeriahan ini," ujar warga lainnya, Jorge Yunda.



(upd/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads