Kemenhub Kebut Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Siap Operasi 17 September

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kemenhub Kebut Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Siap Operasi 17 September

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Kamis, 02 Jul 2026 19:21 WIB
Petugas membersihkan kaca di ruang tunggu Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat
Bandara Husein Sastranegara di Bandung (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Bandung -

Kementerian Perhubungan mengebut proses reaktivasi Bandara Husein Sastranegara yang rencananya akan beroperasi pada 17 September 2026.

Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) terus mempercepat persiapan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Bandung melalui serangkaian langkah teknis dan operasional.

Persiapan reaktivasi telah dilakukan pada sisi udara (air side) maupun sisi darat (land side) di bandara tersebut dalam dua hingga tiga minggu terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara akan dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap seluruh regulasi penerbangan sipil. Kami telah menyetujui kajian operasional dan safety assessment sebagai dasar pelaksanaan reaktivasi, serta memastikan seluruh kebutuhan teknis dan operasional dipenuhi sebelum bandar udara kembali beroperasi secara optimal," ujar Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, seperti dikutip Kamis (2/7/2026).

ADVERTISEMENT

Saat ini, Bandara Husein Sastranegara memiliki sejumlah keterbatasan, antara lain luas lahan yang terbatas akibat kepadatan permukiman di sekitar bandara, panjang landas pacu sepanjang 2.220 x 45 meter yang tidak memungkinkan untuk diperpanjang, keterbatasan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), serta penggunaan bersama dengan TNI Angkatan Udara.

Untuk mendukung pelayanan pesawat komersial seperti Boeing 737-800 dan Airbus A320 diperlukan sejumlah peningkatan infrastruktur, meliputi overlay runway dan taxiway, rekonstruksi apron rigid serta overlay apron fleksibel.

Selain itu, diperlukan peningkatan kategori Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) menjadi Kategori 7, penambahan kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF), penguatan personel, serta perbaikan fasilitas terminal berupa perbaikan atap, waterproofing, dan penyempurnaan fasilitas pelayanan penumpang.

Ditjen Hubud pun mendorong pemenuhan segera persyaratan PKP-PK Kategori 7 melalui mobilisasi sumber daya yang telah tersedia dengan opsi berupa pemindahan kendaraan PKP-PK dari Bandara Kertajati setelah selesainya operasional pemulangan jemaah haji.

Seluruh kebutuhan peralatan pendukung juga akan dipenuhi melalui mobilisasi aset tanpa pengadaan baru, sehingga proses reaktivasi dapat berjalan lebih efisien.

Ditjen Hubud juga telah menyiapkan dua opsi operasional reaktivasi. Opsi pertama adalah pengoperasian bandar udara untuk melayani pesawat ATR72-500, penerbangan bisnis (business aviation), dan penerbangan charter.

Sedangkan opsi kedua memungkinkan Bandara Husein Sastranegara melayani pesawat Boeing 737-800 dan Airbus A320 dengan penerapan sistem slot management guna mengatur kapasitas operasional secara aman dan efektif.

"Kami berkomitmen agar proses reaktivasi berjalan sesuai standar keselamatan penerbangan internasional. Seluruh persiapan dilakukan secara cermat melalui koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan agar bandar udara dapat kembali memberikan layanan yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat," tutup Lukman.



(wsw/ddn)
Travel Highlights
Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikTravel
Prabowo Aktifkan Lagi 2 Bandara
Prabowo Aktifkan Lagi 2 Bandara
35 Konten
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan untuk membuka lagi penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta. Akankah penerbangan daerah kembali bergairah?
Artikel Selanjutnya
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads