Status Naik Jadi Siaga, Wisatawan Jangan Mendekat ke Gunung Anak Krakatau!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Status Naik Jadi Siaga, Wisatawan Jangan Mendekat ke Gunung Anak Krakatau!

Tim detikcom - detikTravel
Jumat, 03 Jul 2026 15:35 WIB
Polda Banten mengimbau masyarakat di pesisir untuk mewaspadai erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda. (dok Ist)
Polda Banten mengimbau masyarakat di pesisir untuk mewaspadai erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) (dok Ist)
Jakarta -

Status gunung Anak Krakatau kini naik menjadi siaga level III. Wisatawan dan masyarakat diimbau jangan mendekat ke gunung tersebut.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau dari level II (waspada) menjadi level III (siaga).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan peningkatan status tersebut didasarkan pada hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan kenaikan signifikan aktivitas gunung api itu dalam beberapa waktu terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data pengamatan memperlihatkan peningkatan jumlah gempa vulkanik, perubahan deformasi tubuh gunung, serta aktivitas permukaan yang mengindikasikan adanya suplai magma menuju bagian dangkal dari gunung berapi di Selat Sunda antara Lampung dan Banten tersebut.

"Peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya suplai magma ke permukaan, sehingga masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius yang telah direkomendasikan," kata Lana Saria dilansir Antara, Jumat (3/7/2027).

ADVERTISEMENT

Selain itu, hasil pemantauan tiltmeter di sejumlah stasiun pengamatan, kata dia, juga menunjukkan kecenderungan inflasi yang menandakan akumulasi tekanan di dalam tubuh gunung api.

Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, nelayan, dan wisatawan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif guna menghindari potensi bahaya erupsi maupun lontaran material pijar.

Masyarakat di sekitar pesisir Selat Sunda juga diminta tetap tenang, tapi meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta petugas pemantau gunung api.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah diminta menyiapkan langkah mitigasi dan memperkuat koordinasi apabila terjadi peningkatan aktivitas lebih lanjut.

Badan Geologi menegaskan pemantauan Gunung Anak Krakatau dilakukan secara intensif selama 24 jam dengan memanfaatkan jaringan seismik, deformasi, dan pengamatan visual untuk memastikan perkembangan aktivitas vulkanik dapat terdeteksi secara dini.



(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads