Tahukah kamu, bola yang dipakai para pemain sepakbola dari 48 negara peserta Piala Dunia 2026 itu dibuat di Madiun, Jawa Timur.
Meski tidak lolos ke Piala Dunia 2026, Indonesia patut berbangga karena ada kontribusi anak bangsa dalam pagelaran kompetisi sepakbola paling akbar di planet Bumi tersebut.
Trionda, bola resmi yang digunakan dalam ajang Piala Dunia 2026 ternyata dibuat di Indonesia, tepatnya di Madiun, Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apparel olahraga raksasa, Adidas mempercayakan produksi bola resmi yang digunakan di Piala Dunia 2026 kepada PT Global Way Indonesia (GWI). Pabriknya berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.
Person In Charge (PIC) PT GWI, Desy membenarkan bahwa pengerjaan mega proyek untuk bola resmi Piala Dunia 2026 telah rampung dikerjakan oleh pabrik mereka.
"Iya (betul PT. GWI yang produksi. Sudah selesai produksinya, karena sudah main bolanya (piala dunianya)," ujar Desy saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).
Desy enggan membeberkan lebih jauh mengenai detail kuota produksi bola Piala Dunia kali ini karena terikat dengan regulasi internal korporasi.
"Mohon maaf. Sesuai kebijakan perusahaan, seluruh informasi kepada media hanya dapat disampaikan oleh General Manager. Kebetulan beliau sedang dinas ke luar negeri," tandas Desy.
Bola Piala Dunia 2022 Juga Dibuat di Madiun
Selain membuat Trionda, bola resmi Piala Dunia 2026, PT GWI ternyata juga memproduksi bola resmi Piala Dunia 2022 yang digelar di Qatar, yaitu Al Rihla.
Pengerjaan Al Rihla menjadi bukti awal keandalan tangan para pekerja dari Madiun dalam memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh FIFA.
Kesuksesan Al Rihla yang mendunia membuat Adidas tidak ragu untuk kembali mempercayakan mandat pembuatan bola resmi Piala Dunia generasi berikutnya di pabrik yang sama di Madiun.
Kecanggihan Trionda, Bola Resmi Piala Dunia 2026
Selama gelaran Piala Dunia 2026, para pemain bola terbaik di Bumi akan menggunakan bola resmi yaitu Trionda. Nama Trionda dipilih ternyata karena memiliki filosofi mendalam. Nama itu diambil dari gabungan kata 'tri' yang merepresentasikan tiga negara tuan rumah (Kanada, Meksiko, AS), dan kata 'onda' yang dalam bahasa Spanyol berarti gelombang.
Ternyata bola ini bukan bola biasa, tetapi bola yang sudah ditanamkan teknologi canggih. Bukan sekadar bulat, Trionda merupakan bola pintar yang dijejali teknologi mutakhir. Di dalam bola ini tertanam sebuah chip sensor berspesifikasi tinggi yang mampu membaca dan merekam pergerakan bola secara real-time.
Seluruh data pergerakan di lapangan akan langsung terhubung secara instan dengan ruang kontrol Video Assistant Referee (VAR) untuk membantu akurasi wasit dalam mengambil keputusan.
--------
Artikel ini telah naik di detikJatim.











































Komentar Terbanyak
Femas, Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Terdeteksi di Masjid
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan
Naik Tiga Tingkat! Indonesia Kini di Posisi ke-2 Destinasi Ramah Muslim