Suasana ruas-ruas jalan utama di Kota Depok kini tampak berbeda. Ada rasa-rasa Jepang dengan mekarnya bunga Tabebuya di sepanjang jalan.
Penampakan kota Depok kini jadi semakin estetik akibat hasil dari pohon Tabebuya yang ditanam oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.
Bunga tabebuya itu ditanam di sepanjang Jalan Juanda, Margonda, Kartini, dan kawasan Grand Depok City (GDC). Mereka tengah bermekaran dengan indahnya, menampilkan gradasi warna kuning dan merah muda bunga yang menawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menyatakan keberhasilan program penghijauan di kota Depok ini merupakan komitmen bersama untuk menghadirkan ruang publik yang asri.
"Mekarnya bunga Tabebuya di jalan-jalan protokol ini adalah hasil dari komitmen dan dedikasi panjang DLHK untuk menghadirkan ruang publik yang tidak hanya teduh secara ekologis, tetapi juga mampu memanjakan mata warga. Ini adalah bagian dari upaya berkesinambungan kami untuk menjadikan Depok sebagai kota yang asri, nyaman, dan berwawasan lingkungan. Keindahan visual tersebut, terdapat perencanaan lingkungan yang matang dan terukur," ujar Reni seperti dikutip Sabtu (4/7/2026).
Bunga Tabebuya Mekar di Depok Foto: (dok. Istimewa) |
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi (TLK) DLHK Kota Depok, Tri Sakti Anggoro, menambahkan pemilihan spesies Tabebuya didasarkan pada perhitungan teknis silvikultur urban yang spesifik.
"Secara teknis, pemilihan Handroanthus chrysotrichus (Tabebuya kuning) dan Handroanthus heptaphyllus (Tabebuya pink) didasarkan pada tingkat adaptabilitasnya yang tinggi terhadap urban stress, termasuk polusi udara dan suhu panas jalanan aspal," jelas Tri Sakti Anggoro.
"Sistem perakarannya yang berjenis tunggang sangat ideal untuk koridor jalan karena tidak merusak struktur trotoar maupun aspal, sementara tajuk daunnya berfungsi optimal sebagai carbon sink* (penyerap karbon) dan mereduksi efek Urban Heat Island di pusat kota," imbuh dia.
Keberhasilan penanaman tabebuya ini merupakan manifestasi strategis dalam merancang dan mengeksekusi Blueprint Keindahan Kota (Urban Aesthetics Blueprint). Blueprint ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon semata, melainkan mengintegrasikan fungsi ekologi, keselamatan infrastruktur, dan tata rias kota yang ramah bagi masyarakat awam.
Penempatan Tabebuya di median jalan dirancang untuk menciptakan garis visual yang terarah (visual guidance) bagi pengendara sekaligus memperkuat identitas jalan-jalan utama Kota Depok sebagai koridor hijau yang modern.
Bunga Tabebuya Mekar di Depok Foto: (dok. Istimewa) |
Kehadiran Tabebuya yang berbunga lebat ini langsung dirasakan dampak positifnya oleh masyarakat sekitar.
"Pemandangannya jadi bagus banget, serasa lagi musim semi di luar negeri. Kalau lagi nunggu lampu merah di Margonda atau lewat GDC, suasananya jadi jauh lebih sejuk dan bikin pikiran fresh Banyak juga warga yang sengaja berhenti sebentar buat foto-foto. Harapannya program seperti ini bisa diperbanyak sampai ke jalan-jalan perumahan," ungkap Dian (34), salah satu warga Jalan Kartini, Pancoran Mas yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
DLHK Kota Depok mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga dan merawat fasilitas publik serta pepohonan yang ada, dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak tanaman, agar keindahan ini dapat dinikmati dalam jangka waktu yang panjang.













































Komentar Terbanyak
Femas, Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Terdeteksi di Masjid
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan
Naik Tiga Tingkat! Indonesia Kini di Posisi ke-2 Destinasi Ramah Muslim