10 Tahun Kaji Rawa Pening, Bos Kuku Bima Ener-G!: Danau Ini Bisa Jadi Destinasi Wisata

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

10 Tahun Kaji Rawa Pening, Bos Kuku Bima Ener-G!: Danau Ini Bisa Jadi Destinasi Wisata

Sudrajat - detikTravel
Selasa, 07 Jul 2026 06:24 WIB
Presiden Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat
Foto: Sido Muncul
Jakarta -

Selama sekitar 10 tahun terakhir, Presiden Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menaruh perhatian besar terhadap kondisi Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Berbagai kajian hingga riset dilakukan karena ia meyakini danau yang kini dipenuhi eceng gondok itu setidaknya akan memberi empat manfaat utama.

"Danau itu kalau dibenahi berpotensi besar sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah, menyelamatkan sumber air, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tanah di daerah sekitar," papar Irwan yang berada di balik minuman suplemen Kuku Bima Ener-G! tersebut dalam program Leader Talk detik.com, Jumat (3/7/2026).

Nilai jual tanah warga di sekitar akan meningkat bila kondisi danau benar-benar baik dan menjadi destinasi wisata. Hal itu akan berdampak langsung pada peningkatan pajak dan Pendapatan Asli Daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irwan HidayatPresiden Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (3/7/2026) (Foto: Didik/20detik)

Menurut Irwan, Rawa Pening memiliki luas sekitar 2.800 hektare. Namun, sekitar 70 persen permukaan danau kini tertutup eceng gondok sehingga menurunkan kadar oksigen terlarut di dalam air, dan mengganggu ekosistem danau.

Karena itu penyelamatan Rawa Pening sangat penting untuk menjaga ketersediaan sumber daya air di tengah ancaman perubahan iklim dan fenomena El Nino. "Air itu lebih berharga daripada minyak," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Irwan mengungkapkan, pendangkalan Rawa Pening telah berlangsung selama puluhan tahun. Berdasarkan data yang diperolehnya, pada 1998 kedalaman danau masih sekitar 15 meter. Kini kedalamannya diperkirakan tinggal sekitar tiga meter akibat sedimentasi yang terus terjadi.

Ia menilai salah satu penyebabnya adalah erosi dari kawasan lereng di sekitar danau. Saat musim hujan, tanah terbawa aliran air dan mengendap di dasar Rawa Pening sehingga mempercepat pendangkalan.

Pengembangan danau sebagai destinasi pariwisata diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru sehingga masyarakat memiliki alternatif mata pencaharian selain menggarap lahan di lereng perbukitan yang berpotensi memperparah sedimentasi. "Kalau warga bisa bekerja di sektor wisata dengan penghasilan yang lebih baik, pemerintah juga akan lebih mudah melakukan penataan kawasan," ujarnya.

Danau Rawa Pening dikelilingi oleh empat gunung utama, yakni Merbabu, Telomoyo, Ungaran, dan Kendalisodo. Aliran yang masuk ke cekungan danau ini berasal dari berbagai sumber, dengan belasan sungai (termasuk Sungai Galeh, Kedungringin, dan Parat) yang mengalir bermuara ke sana.

Presiden Direktur Sido Muncul Irwan HidayatPresiden Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat Foto: Sido Muncul

Selama sekitar satu dekade terakhir, Irwan bersama tim riset dan pengembangan (R&D) Sido Muncul juga mengembangkan berbagai teknologi untuk membantu memulihkan kondisi Rawa Pening. Salah satunya adalah memanfaatkan eceng gondok menjadi wood pellet sebagai bahan bakar biomassa yang digunakan dalam proses produksi jamu. "Kalau tingkat kandungan airnya bisa diminimalkan terus lalu dicampur ampas jamu, hasilnya pasti keren banget," ujarnya.

Untuk lumpur hasil sedimentasi bila dikeruk dapat dimanfaatkan para petani sebagai pupuk organik. "Beberapa petani sudah memanfaatkannya," kata Irwan.

Selain itu, sebagai wujud kepeduliannya terhadap lingkungan, Irwan bersama Sido Muncul juga pernah dua kali menebar ribuan bibit benih ikan di danau tersebut. Pada pertengahan Juli 2017, ia membuat iklan produk Kuku Bima Energi dengan bintang Ade Rai di kawasan Jembatan Biru Rawa Pening. Iklan tersebut bukan semata-mata menjual produk, tetapi mengampanyekan penyelamatan Rawa Pening dari eceng gondok dan mengangkat potensinya sebagai destinasi wisata.



(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads