Perth mungkin bukan kota paling ramai di Australia, tetapi justru di situlah pesonanya. Ibu kota Western Australia itu nyaman untuk jalan kaki, mudah dijelajahi, dan menyenangkan untuk jogging di tengah udara dingin.
Selama empat hari berada di Perth, detikTravel lebih sering berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kebetulan akhir Mei lalu saat berada di sana, hawa sedang sejuk, bahkan cenderung dingin.
Menariknya, meski belum terlalu hafal dengan kota ini, rasa khawatir tersesat nyaris tidak muncul. Jalanan yang terhubung dengan baik membuat orientasi menjadi lebih mudah, bahkan bagi wisatawan yang baru pertama kali datang.
Salah satu area paling nyaman untuk berjalan santai adalah kawasan pusat kota atau CBD Perth. Gedung-gedung modern berdiri berdampingan dengan bangunan bergaya klasik, menciptakan suasana kota yang terasa hidup tetapi tidak buru-buru.
Di beberapa sudut, lorong-lorong kecil dengan deretan toko dan restoran memberikan suasana yang mengingatkan pada kota-kota Eropa modern, ramai, tapi tetap tertata.
Gemerlap Kota Perth malam hari dari bukit Kings Park. (detik) |
Suasananya berasa di luar negeri banget dengan perjalanan yang relatif singkat, sekitar 4,5 jam direct flight dari Jakarta.
Ditambah lagi, area publik begitu bersih dipadu dengan langit biru. Kalau pun ada sampah berserakan di area permukiman atau pertokoan adalah daun-daun kering, bukan tutup botol atau wadah jajanan kemasan.
Saat berjalan di pusat kota, wisatawan juga bisa menemukan salah satu ikon Perth, yaitu Spanda, patung cincin raksasa yang berdiri di dekat kawasan bisnis. Instalasi seni publik ini menjadi salah satu spot foto favorit wisatawan sekaligus penanda khas kota Perth.
Bukan hanya berjalan kaki, detikTravel juga menyempatkan untuk jogging dalam dua suasana yang berbeda, pagi dan malam hari. Masing-masing memberikan pengalaman yang sama menyenangkannya.
Pagi hari menjadi waktu ideal untuk berlari. Enggak pagi-pagi amat sih, karena udara musim dingin Perth saat pagi hari bisa di bawah 10 derajat Celcius, masih dingin banget...
Start jogging pukul 08.00 pun udara dingin masih cukup menusuk pada kilometer-kilometer awal. Setelah tubuh mulai hangat, ritme lari menjadi jauh lebih nyaman. Trotoar yang lebar, jalur pejalan kaki yang tertata, dan lalu lintas yang tertib membuat aktivitas olahraga terasa menyenangkan.
Tinggal kenakan pakaian yang pas dan pakai sepatu, keluar penginapan di Hostel G yang berada di Stirling Street, hanya berjarak 5 menit berjalan kaki dari Stasiun Kereta Pusat Perth, warm up dan lari kecil-kecil dengan arah yang asal saja.
Di sini enggak perlu khawatir nyasar, sebab area di sini dibangun dengan pola blok yang rapi, jalan-jalan saling terhubung, dan arah terasa lebih mudah dipahami dan diingat.
Malam hari pun tak kalah menarik. Lampu-lampu kota menerangi jalan dengan baik, kawasan pusat kota masih hidup, dan suasananya tetap terasa aman. Berlari 5 hingga 10 kilometer di malam hari tidak menimbulkan rasa khawatir berlebihan.
"Ini akhir pekan, jalanan cukup ramai, aman untuk jogging malam di kawasan ini," kata salah satu staf di Hostel G.
Satu hal yang sempat membuat kagok adalah sistem penyeberangan jalannya. Di banyak persimpangan, pejalan kaki tidak bisa langsung menyeberang meski jalan tampak lengang.
Ada tombol khusus yang harus ditekan terlebih dahulu sebelum lampu hijau untuk pejalan kaki menyala. Jadi, tidak ada istilah asal bablas seperti yang kerap ditemui di beberapa kota di Indonesia.
Namun justru aturan itulah yang membuat lalu lintas terasa lebih tertib. Kendaraan benar-benar berhenti ketika lampu penyeberangan berubah hijau, sementara pejalan kaki mendapat hak yang jelas untuk melintas. Satu dua pengendara pamer kemampuan drifting tetap ada, tetapi enggak dilakukan berkelompok.
Kalau mulai haus atau butuh tambahan energi setelah berjalan jauh atau jogging, mencari minuman bukan perkara sulit. Convenience store dan minimarket mudah ditemukan di berbagai sudut kota.
Salah satu penyelamat saat udara dingin adalah secangkir kopi panas yang harganya relatif terjangkau. Di beberapa toko, kopi bisa didapat mulai sekitar AUD 2. Murah untuk ukuran Australia dan cukup ampuh menjadi booster sebelum melanjutkan perjalanan.
Staf di sana juga akan menyapa dengan hello atau welcome buat pembeli yang baru masuk toko.
Menjelang siang hingga malam, langkah kaki bisa diarahkan ke kawasan Northbridge, distrik kuliner dan hiburan yang berada tak jauh dari pusat kota. Suasananya jauh lebih ramai dibanding kawasan bisnis Perth. Restoran, bar, kafe, dan tempat makan dari berbagai negara berjejer di sepanjang jalan.
Salah satu yang menarik perhatian adalah Outback Jacks Bar & Grill. Restoran ini dikenal sebagai salah satu tempat yang menawarkan hidangan khas Australia, termasuk steak daging kanguru dan buaya. Bagi wisatawan, mencicipi menu seperti ini sering kali menjadi pengalaman yang tak kalah menarik dibanding mengunjungi objek wisata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Outback Jacks Bar & Grill, restoran daging kanguru di Northbridge, Perth, Australia Barat (Femi Diah/detikcom) |
Tak jauh dari sana, antrean panjang terlihat mengular di depan restoran dimsum yang populer. Meski belum memasuki jam makan malam, kursi-kursi di dalam hampir penuh. Aroma kukusan bambu yang keluar dari dapur seolah menjadi magnet bagi pelanggan yang rela menunggu giliran untuk mendapatkan meja.
Kalau ingin melihat sisi lain Australia Barat, wisatawan juga bisa menyempatkan diri berkunjung ke Caversham Wildlife Park yang berjarak sekitar 30 menit dari pusat kota.
Tempat ini populer untuk melihat lebih dekat satwa khas Australia seperti kanguru, wombat, hingga koala. Pengunjung bahkan bisa memberi makan kanguru atau berfoto langsung dengan beberapa satwa, pengalaman yang sering jadi bucket list wisatawan internasional.
Destinasi lain yang jangan sampai dilewatkan buat wisatawan adalah Kings Park, taman kota besar yang kerap disebut sebagai salah satu urban park terbesar di dunia. Dari kawasan ini, wisatawan bisa menikmati panorama skyline Perth sekaligus melihat vegetasi khas Australia Barat.
Pilihan lain adalah Elizabeth Quay, kawasan waterfront modern di tepi sungai yang ramai dengan restoran, area duduk santai, dan jalur pedestrian. Tempat ini cukup populer untuk menikmati suasana senja atau sekadar berjalan kaki menikmati sisi lain Perth.
Jika ingin merasakan suasana pantai khas Australia Barat, Cottesloe Beach juga sering masuk daftar favorit wisatawan. Hamparan pasir putih dan laut biru menjadikannya lokasi populer untuk bersantai, berenang, atau menikmati matahari terbenam.
Sementara bagi pencinta satwa, Caversham Wildlife Park bisa menjadi pilihan untuk melihat lebih dekat kanguru, koala, hingga wombat, pengalaman khas Australia yang cukup diminati wisatawan internasional.
Selain itu, berkendara meninggalkan Perth sejenak juga perlu dilakukan. Traveler bisa menuju The Pinnacles Desert yang memiliki keunikan padang pasir dengan formasi batu lancipnya lengkap dengan sunset yang begitu magis, juga Pulau Rottnest yang memiliki beragam pantai dan jadi habitat satwa unik quokka.
Traveler bisa liburan lebih murah dengan pembayaran melalui Allo Paylater, ada diskon 20% untuk semua produk wisata Western Australia, juga diskon Megafirst 10%, serta diskon Rp 500.000 untuk pemesanan di web dan apps Antavaya paket tur Australia.
Simak Video "Video: Pesawat Ringan Jatuh di Australia, 3 Tewas-4 Selamat"
[Gambas:Video 20detik] (fem/fem)













































Komentar Terbanyak
Femas, Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Terdeteksi di Masjid
Terpopuler: Pemuda Madiun yang Kabur dari Tur di Korea Sempat Terdeteksi di Masjid
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan