30 Subak di Buleleng Dapat Bantuan Rp 3,6 Miliar, Sawah hingga Wisata Ikut Dijaga

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

30 Subak di Buleleng Dapat Bantuan Rp 3,6 Miliar, Sawah hingga Wisata Ikut Dijaga

Made Wijaya Kusuma - detikTravel
Kamis, 09 Jul 2026 09:45 WIB
Pemkab Buleleng menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pertanian senilai lebih dari Rp 3,6 miliar kepada 30 subak di Buleleng, Rabu (8/7/2026). (Foto: Dok. Pemkab Buleleng)
Pemkab Buleleng menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pertanian senilai lebih dari Rp 3,6 miliar kepada 30 subak di Buleleng, Rabu (8/7/2026). (Foto: Dok. Pemkab Buleleng)
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pertanian senilai lebih dari Rp 3,6 miliar kepada 30 subak di Gumi Panji Sakti. Bantuan itu bersumber dari APBN.

Anggaran itu difokuskan untuk memperkuat infrastruktur irigasi guna menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan di Buleleng.

Menurutnya, Pemkab Buleleng juga menggelontorkan berbagai program pendukung seperti insentif bagi subak, rehabilitasi dan revitalisasi jaringan irigasi, hingga pembangunan jalan usaha tani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau seluruh dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian digabungkan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, nilainya mencapai belasan miliar rupiah. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan," ujar Sutjidra saat penyerahan bantuan di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Rabu (8/7/2026), dikutip dari detikBali.

ADVERTISEMENT

Selain berperan sebagai penyangga ketahanan pangan, menurut Sutjidra, kawasan persawahan yang dikelola melalui sistem subak juga memiliki nilai budaya dan lanskap yang berpotensi mendukung pengembangan pariwisata berbasis alam maupun budaya.

Karena itu, keberlanjutan subak dinilai penting untuk dijaga agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dari berbagai sektor.

Dia mengatakan saat ini Pemkab Buleleng tengah mendorong pembebasan pajak bumi dan bangunan (PBB) bagi lahan sawah yang masuk kawasan/lahan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B/LP2B). Sutjidra mengatakan langkah dilakukan melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Buleleng Gede Melandrat menjelaskan bantuan tahap kedua tersebut diprioritaskan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur pengairan. Menurutnya, bantuan diberikan kepada 30 subak di kawasan KP2B/LP2B untuk menjaga luas baku sawah sekaligus mendukung program nasional mempertahankan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

"Bantuan meliputi pembangunan jaringan irigasi, drainase, bendungan kecil, hingga sumur bor di wilayah yang mengalami penurunan debit air," kata Melandrat.

Menurut Melandrat, infrastruktur pengairan yang baik juga berperan dalam menjaga kelestarian bentang alam persawahan yang selama ini menjadi bagian dari daya tarik sejumlah desa di Buleleng. Dia berharap keberlanjutan sistem pertanian dapat berjalan beriringan dengan upaya pengembangan potensi wisata pedesaan tanpa mengurangi fungsi utama lahan sebagai kawasan produksi pangan.

Pemkab Buleleng berharap penguatan infrastruktur pertanian tersebut mampu meningkatkan produktivitas lahan, menjamin ketersediaan air bagi persawahan, serta mendongkrak kesejahteraan petani. Selain itu, program tersebut diharapkan memperkuat ketahanan pangan dalam jangka panjang.



(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads