Jadwal Padat-Perjalanan Jauh Jadi Kendala Skuad Norwegia di Piala Dunia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jadwal Padat-Perjalanan Jauh Jadi Kendala Skuad Norwegia di Piala Dunia

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Jumat, 10 Jul 2026 20:10 WIB
Erling Haaland dari Manchester City tiba di stadion sebelum pertandingan Fase Liga Liga Champions UEFA 2025/26 MD7 antara FK Bodo/Glimt dan Manchester City di Stadion Aspmyra pada 20 Januari 2026 di Bodo, Norwegia.
Skuad Timnas Norwegia. (Getty Images/Martin Ole Wold)
New York -

Jarak perjalanan selama gelaran Piala Dunia 2026 membuat skuad Norwegia mengalami permasalahan kesehatan. Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, mengungkapkan sejumlah pemainnya mengalami gangguan kesehatan menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Inggris, Minggu besok.

Padatnya jadwal selama turnamen disebut mulai berdampak pada kondisi fisik skuad. Solbakken mengatakan penyerang Jorgen Strand Larsen menjadi pemain yang mengalami kondisi paling serius setelah terserang demam. Sementara itu, beberapa pemain lainnya mengalami batuk dan suara serak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sebenarnya hanya memiliki Jorgen yang mengalami demam, tetapi ada juga beberapa pemain yang batuk dan suaranya serak," ungkap Solbakken dilansir dari Reuters, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, situasi tersebut wajar mengingat tim terus berpindah-pindah lokasi sepanjang turnamen. Perjalanan udara, penggunaan pendingin ruangan, hingga aktivitas di ruang ganti dinilai ikut memengaruhi kondisi para pemain.

ADVERTISEMENT

"Tapi ada pendingin ruangan, penerbangan, ruang ganti, dan semua hal itu. Dalam rombongan Norwegia ada sekitar 50 orang, jadi akan aneh jika tidak ada satu atau dua masalah kesehatan yang muncul," ujarnya.

Sebelumnya, Marcus Holmgren Pedersen juga absen saat Norwegia mengalahkan Brasil 2-1 pada babak 16 besar karena sakit. Namun, Solbakken menilai tekanan yang dirasakan pemain berusia 25 tahun itu juga menjadi salah satu penyebab menurunnya kondisi fisik.

"Saya pikir, tanpa bermaksud menjadi dokter, ini adalah kombinasi dari usianya yang masih muda. Dia datang ke piala dunia dengan berpikir, 'Saya hanya akan menjadi pelapis Julian (Ryerson)', tetapi kemudian dia mendapat kesempatan bermain dalam dua pertandingan dan tampil sangat baik," jelas Solbakken.

"Dia menerima begitu banyak rangsangan, kepalanya dipenuhi berbagai hal, tubuhnya juga dipenuhi banyak pengalaman baru, dan akhirnya sistem tubuhnya sedikit kolaps," lengkapnya.



(upd/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads