Seni Ukir Kayu Khas Indonesia Terus Didorong untuk Diakui UNESCO

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Seni Ukir Kayu Khas Indonesia Terus Didorong untuk Diakui UNESCO

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB
Pameran seni ukir Jepara bertajuk TATAH di Museum Nasional Jakarta
Ilustrasi pengunjung pameran seni ukir (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)
Jakarta -

Seni ukir kayu khas Indonesia terus didorong untuk diakui menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh UNESCO.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan seni ukir Jepara dari Indonesia merupakan warisan budaya yang memiliki nilai artistik sekaligus ekonomi kreatif yang sangat besar.

Menurut dia, karya para pengukir kayu dari Jepara telah dikenal luas hingga mancanegara dan menjadi bagian dari industri kreatif global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seni ukir Jepara bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan pencapaian artistik yang tinggi sebagai ekspresi budaya Indonesia," ujar Fadli Zon, seperti dikutip Jumat (10/7/2026).

Ia pun mengingatkan bahwa jumlah generasi muda yang menekuni seni ukir kayu terus menurun setiap tahunnya, sehingga diperlukan langkah nyata untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut.

ADVERTISEMENT

Salah satu caranya dengan peluncuran buku bertajuk TATAH: Suluk, Sulur, dan Jepara - Rekonstruksi Jepara Melalui Seni Ukir. Buku itu menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Jepara sebagai pusat peradaban seni ukir yang memiliki sejarah panjang, nilai budaya tinggi, dan potensi kelas dunia.

Buku tersebut diharapkan memperkaya literasi sekaligus membuka ruang diskusi baru mengenai pelestarian serta pengembangan seni ukir sebagai identitas budaya bangsa.

"Buku ini menjadi ikhtiar intelektual untuk merekam perjalanan sejarah seni ukir Jepara sekaligus memperkuat upaya pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatannya," kata Fadli.

Launching buku TatahLaunching buku Tatah Foto: (dok. Istimewa)

Sedangkan menurut Bupati Jepara, Witiarso Utomo, tantangan saat ini bukan hanya menjaga seni ukir sebagai tradisi, tetapi juga mengemas seni ukir agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan menarik bagi generasi muda.

"Kami berharap dengan buku ini anak-anak muda semakin memahami sejarah seni ukir sehingga tradisi ini terus hidup dan berkembang," ujar dia.

Kementerian Kebudayaan juga terus mendorong berbagai program pelestarian, seperti pelatihan bersama maestro, pengembangan sekolah maupun lokakarya ukir, hingga peningkatan kapasitas generasi muda agar keterampilan mengukir tetap diwariskan.

Pemerintah pun terus mengupayakan pengakuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, sekaligus memperkuat mekanisme perlindungan (safeguarding) agar tradisi tersebut tetap lestari di masa depan.



(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads