Seekor paus bungkuk raksasa ditemukan terdampar di pinggir Pantai Perancak, Jembrana, Bali. Meski sudah dievakuasi dua kali, paus itu akhirnya mati.
Awalnya, warga setempat sempat bergotong-royong menyelamatkan mamalia tersebut ke tengah laut sekitar pukul 11.45 Wita pada Selasa (14/7), tapi paus itu kembali terdampar ke pantai yang berada di Kecamatan Jembrana tersebut.
"Siang tadi saya berlima mendorong paus ke tengah. Namun setelah sampai agak ke tengah, kembali terdampar hingga posisi sekarang ini," ungkap warga bernama Nengah Padmasana saat ditemui di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan di lokasi, paus itu masih berada di pinggir pantai dengan kondisi hidup sekitar pukul 13.30 Wita. Petugas bersama sejumlah warga juga masih berupaya memberi pertolongan.
Upaya penyelamatan sempat dilakukan. Namun, surutnya air laut membuat usaha mereka menjadi sia-sia.
Padmasana menambahkan warga di sekitar Pantai Perancak masih terus bahu-membahu agar paus tersebut kembali ke habitatnya dan bisa bertahan hidup. Sementara itu, personel kepolisian tampak mengamankan lokasi yang terus didatangi warga.
"Sekarang kami amankan lokasi dulu sambil menunggu petugas (terkait). Untuk jenis (paus) belum kami ketahui," ujar Suparta singkat.
Paus Bungkuk Itu Akhirnya Mati
Upaya penyelamatan paus yang terdampar di Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Bali, akhirnya berakhir. Mamalia laut yang diidentifikasi sebagai paus bungkuk (humpback whale) tersebut dinyatakan mati setelah sempat dievakuasi sebanyak dua kali oleh warga dan petugas gabungan.
Sebelumnya, tim dari Jaringan Satwa Indonesia (JSI) bersama aparat dan masyarakat telah melakukan berbagai langkah penyelamatan darurat terhadap paus yang terdampar di pesisir Pantai Perancak.
Petugas sempat memeriksa kondisi fisik, mengukur tubuh paus, hingga membuat kubangan darurat agar tubuh mamalia raksasa tersebut tetap lembap sembari menunggu air laut pasang.
Dari hasil pengukuran petugas, paus yang juga dikenal sebagai jenis paus belin ini memiliki panjang mencapai 7,7 meter. Namun, jenis kelamin paus tersebut belum bisa dipastikan.
"Belum diketahui jenis kelamin jantan atau betina karena posisinya masih lurus," ungkap dokter hewan dari JSI, drh. Farida Ulya Nugrahatin saat ditemui di lokasi, Selasa (14/7).
Kendati segala upaya penyelamatan telah dikerahkan secara maksimal, mamalia laut itu akhirnya mati. Kondisi paus yang sudah terlalu lama terdampar di daratan membuat kondisinya terus melemah hingga akhirnya mati.
Kapolsek Jembrana, AKP I Putu Suparta, mengonfirmasi bahwa paus malang tersebut dinyatakan mati pada sore hari.
"Segala upaya sudah dilakukan untuk menyelamatkan paus tersebut, namun karena kondisi yang sudah lama terdampar, paus akhirnya mati. Informasi awal paus itu mati sekitar pukul 15.30 Wita," kata Suparta.
Saat ini, petugas di lapangan tengah melakukan proses nekropsi sebelum dilakukan penguburan untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.
"Saat ini pihak JSI masih melakukan proses nekropsi sebelum dikuburkan. Untuk alat berat juga sudah menyiapkan lubang untuk bangkai paus ini," tandas Suparta.
--------
Artikel ini telah naik di detikBali, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.
Simak Video "Video: Sempat Dievakuasi 2 Kali, Paus Bungkuk di Jembrana Akhirnya Mati"
[Gambas:Video 20detik] (wsw/wsw)











































Komentar Terbanyak
Viral Turis China Dilecehkan Warlok Bali, Berawal dari Salaman Lalu ke Kemaluan
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030
Malaysia Rajai Pariwisata ASEAN, Indonesia Kalah dari Vietnam