Puncak Gunung Merbabu Membeku, Pendaki Mesti Ekstra Hati-hati!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Puncak Gunung Merbabu Membeku, Pendaki Mesti Ekstra Hati-hati!

Jarmaji - detikTravel
Rabu, 15 Jul 2026 17:13 WIB
Suasana puncak Gunung Merbabu berselimut embun beku. Foto diunggah Selasa (14/7/2026).
Puncak gunung Merbabu membeku diselimuti embun es (dok. BTNGMb)
Boyolali -

Puncak gunung Merbabu dikabarkan membeku dan diselimuti embun es. Para pendaki pun diminta untuk ekstra hati-hati.

Suhu udara yang dingin ekstrem akhir-akhir ini menyebabkan terbentuknya embun beku di kawasan puncak Gunung Merbabu. Bahkan suhu di puncak Merbabu bisa mencapai -1Β°C. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), mengingatkan kepada para pendaki untuk mewaspadai hipotermia.

"Nggih, leres (Iya, betul). Sampai weekend (akhir pekan) kemarin fenomena embun beku ini masih sering terjadi di jalur pendakian Gunung Merbabu," kata Humas BTNGMb, Dian Saraswati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil pemantauan suhu dan kelembaban udara yang dilakukan petugas di jalur pendakian, kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu mulai mengalami fenomena bediding, yaitu penurunan suhu udara secara ekstrem yang umum terjadi pada musim kemarau di kawasan pegunungan.

"Kondisi dingin yang ekstrem pada malam hingga dini hari ini berpotensi tinggi memicu hipotermia bagi para pendaki yang tidak melakukan persiapan dengan matang," jelas dia.

ADVERTISEMENT

Petugas BTNGMb telah melakukan pemantauan suhu dan kelembaban di area Pos Sabana 1. Pemantauan menggunakan termometer dan higrometer pada tanggal 9-10 Juli 2026.

Hasilnya, pada tanggal 9 Juli 2026 pukul 20.00 WIB, suhu udara mencapai 6 derajat celcius. Dengan tingkat kelembaban 54 persen.

"Kemudian pada tanggal 10 Juli 2026 pukul 05.30 WIB suhu udara -1 dejarat celcius dengan tingkat kelembaban 46 persen," ungkap Dian.

Lalu pada pukul 06.00 WIB, suhu udara sudah meningkat lagi menjadi 3 dejarat celcius dan tingkat kelembaban 44 persen.

Suasana puncak Gunung Merbabu berselimut embun beku. Foto diunggah Selasa (14/7/2026).Suasana puncak Gunung Merbabu berselimut embun beku. Foto diunggah Selasa (14/7/2026). Foto: Dok BTNGMb

"Data tersebut menunjukkan bahwa suhu udara di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu pada musim kemarau dapat turun hingga di bawah 10 derajat celcius. Bahkan mencapai -1Β°C pada dini hari. Kondisi ini sejalan dengan penjelasan BMKG mengenai fenomena mbediding yang terjadi selama puncak musim kemarau, bahkan berdasarkan data telah terbentuk embun beku," imbuhnya.

Dari foto dokumentasi pemantauan dari BTNGMb, nampak puncak Gunung Merbabu berselimut embun beku. Rerumputan nampak memutih karena tertutup embun beku.

Waspadai Gejala Hipotermia

Atas kondisi tersebut, pihak BTNGMb mengingatkan para pendaki untuk mewaspadai gejala hipotermia. Paparan suhu udara yang sangat rendah, tiupan angin, serta kondisi pakaian yang basah atau lembap dapat meningkatkan risiko hipotermia, yaitu kondisi ketika suhu inti tubuh turun di bawah 35Β°C.

Pendaki pun diminta mengenali gejala awal hipotermia dan wajib peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri maupun teman sekelompoknya. Gejala hipotermia antara lain menggigil hebat secara terus-menerus. Bibir, kuku, dan ujung-ujung jari mulai memucat atau membiru.

"Penurunan konsentrasi dan mulai sulit berpikir jernih. Cara berbicara mulai terbata-bata atau pelo dan tubuh terasa lemas tak bertenaga disertai rasa kantuk yang berat," terang dia.

Apabila gejala tersebut mulai muncul, pihaknya mengimbau para pendaki untuk tidak memaksakan melanjutkan perjalanan. Namun segera mencari lokasi yang terlindung dari angin, lalu ganti pakaian yang basah dengan pakaian kering.

Kemudian menghangatkan tubuh secara bertahap, konsumsi minuman hangat apabila memungkinkan, dan segera laporkan kepada petugas apabila kondisi tidak membaik.

Kepala BTNGMb, Anggit Haryoso, menegaskan keselamatan para pendaki adalah prioritas mutlak yang tidak boleh dikompromikan oleh estetika panorama kemarau. Musim kemarau memang menyuguhkan pemandangan Gunung Merbabu yang sangat indah dengan langit yang bersih.

"Namun, selaras dengan peringatan BMKG mengenai puncak kemarau, fenomena mbediding membawa risiko suhu ekstrem hingga -1 derajat celsius di lapangan. Kami menghimbau agar para pendaki tidak meremehkan cuaca ini. Persiapkan perlengkapan sesuai standar, jaga kondisi fisik, dan pahami langkah-langkah mitigasi apabila terjadi kondisi darurat. Keberhasilan pendakian bukan hanya ketika mencapai puncak, tetapi ketika seluruh anggota rombongan dapat kembali pulang dengan selamat," tegasnya.

Pihaknya mengajak seluruh komunitas pencinta alam dan masyarakat luas, untuk bersama-sama menerapkan prinsip safety first demi mewujudkan aktivitas wisata alam yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab.

Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena penurunan suhu udara yang signifikan ini merupakan siklus alam yang normal terjadi saat memasuki puncak musim kemarau. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga September 2026 mendatang.

Gunung Merbabu diketahui memiliki ketinggian 3.145 meter di atas permukaan laut (mdpl). Elevasi yang tinggi membuat penurunan suhu di Gunung Merbabu terasa jauh lebih ekstrem.


--------

Artikel ini telah naik di detikJateng.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kenapa Petir Bisa Menyambar Bumi?"
[Gambas:Video 20detik] (wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads