Duh! Lagi Liburan di Bali, Turis China Malah Digigit Anjing Diduga Kena Rabies

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Duh! Lagi Liburan di Bali, Turis China Malah Digigit Anjing Diduga Kena Rabies

Aryo Mahendro - detikTravel
Rabu, 15 Jul 2026 20:10 WIB
Anjing putih tergeletak di pinggir jalan seusai dieliminasi warga Banjar Kawan, Bangli, Selasa (14/7/2026). (Dok Polres Bangli).
Anjing yang menggigit turis China diduga terinfeksi rabies (dok. Polres Bangli)
Bangli -

Seorang turis asal China bernama Li Qiujun yang lagi asyik liburan di Bali malah digigit anjing yang diduga terinfeksi virus rabies.

Li Qiujun digigit anjing tersebut di Jalan Brigjen Ngurah Rai Nomor 10, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, Bangli. Diduga, anjing yang menggigit perempuan 30 tahun itu terinfeksi rabies.

"Ada gangguan keamanan, seorang warga dan turis asing asal China digigit anjing. Kejadian, Senin (13/7)," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Bangli Iptu I Gede Gumiliarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gumiliarta mengatakan sesaat sebelum kejadian, Li Qiujin sedang berbelanja di swalayan di depan RSUD Bangli. Seusai berbelanja, ia hendak pulang ke Ubud, Gianyar, bersama pemandu wisatanya.

Baru saja keluar dari swalayan sekira pukul 16.00 Wita, perempuan itu digigit seekor anjing putih. Akibatnya, Li Qiujin menderita luka gigitan di paha kanan.

ADVERTISEMENT

"Korban berbelanja di swalayan di depan RSUD Bangli. Lalu digigit anjing yang dimaksud," kata Gumiliarta.

Menurut Gumiarta, sebelum menggigit Li Qiujin, anjing itu sempat menyerang seorang warga di Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, bernama Ni Ketut Suciasih. Suciasih digigit anjing di sekitar rumahnya, tak jauh dari Rutan Bangli.

"Korban digigit anjing di sekitaran rumahnya di sisi utara rutan Bangli," katanya.

Humas RSUD Bangli Sang Kompyang Arie Sukma Wijaya menjelaskan Li Qiujin sudah ditangani saat berobat, tak lama seusai digigit anjing. Perempuan itu berobat tiga jam setelah digigit anjing.

"Pasien tergigit anjing pada paha kanan, lalu dilakukan tindakan rawat luka atau bebat tekan," kata Sang Kompyang.

Dia membeberkan Li Qiujin hanya berobat sebagai pertolongan pertama saja. Sebab, vaksin antirabies (VAR) hanya tersedia di klinik dan puskesmas.

"Pasien disarankan mencari VAR ke klinik atau puskesmas. Pasien dirawat pukul 19.07 Wita dan dipulangkan pukul 19.30 Wita," katanya.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas PKP Bangli Made Armana mengatakan, anjing yang diduga rabies itu sudah dieliminasi warga. Pengambilan sampel otak juga sudah dilakukan.

"Sampel otak sudah diambil. Hari ini, sampel otak itu diperiksa di laboratorium," kata Armana.

Menurut Armana, anjing tersebut tidak menunjukkan adanya gejala rabies sehari sebelum kejadian. Namun, anjing itu menunjukkan tingkah laku yang agresif dan menggigit dua orang, sehari kemudian.

"Menurut cerita petugas kami, anjing itu menunjukkan gejala agresif dan menggigit dua orang, kemarin. Tapi, sebelumnya baik-baik saja," katanya.

Kini, Li Qiujin telah disuntik VAR di sebuah klinik di Ubud. Sedangkan Suciasih juga sudah disuntik VAR di Puskesmas Susut 1. Butuh waktu dua pekan untuk menentukan apakah dua korban gigitan anjing itu positif terinfeksi rabies atau tidak.


---------

Artikel ini telah naik di detikBali.



(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads