Naik Tiga Tingkat! Indonesia Kini di Posisi ke-2 Destinasi Ramah Muslim

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Naik Tiga Tingkat! Indonesia Kini di Posisi ke-2 Destinasi Ramah Muslim

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Kamis, 16 Jul 2026 06:16 WIB
Konferensi pers update program prioritas/PHTC dan peningkatan pariwisata nasional di Kantor Bakom RI
Konferensi pers update program prioritas/PHTC dan peningkatan pariwisata nasional di Kantor Bakom RI. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)
Jakarta -

Indonesia berhasil naik ke peringkat kedua sebagai Muslim Friendly Destination of the Year dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026.

Prestasi tersebut menjadi salah satu sinyal positif bagi sektor pariwisata nasional. Indonesia melesat tiga peringkat dari posisi kelima pada tahun lalu dan mengumpulkan skor 79, tertinggi sepanjang keikutsertaan dalam GMTI.

"Melalui kerja keras dan kolaborasi, Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat global dengan meraih peringkat kedua sebagai Muslim Friendly Destination of the Year dalam ajang Global Muslim Travel Index Awards 2026 pada 18 Juni lalu," ucap Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana di Kantor Badan Komunikasi RI, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini menjadi sebuah kebanggaan karena Indonesia berhasil naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya, yang dulu berada di posisi kelima. Secara keseluruhan, Indonesia memperoleh skor 79 menjadi pencapaian tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam GMTI," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan capaian tersebut adalah hasil dari upaya memperkuat ekosistem wisata ramah Muslim melalui promosi, peningkatan daya saing destinasi, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas promosi wisata ramah Muslim melalui platform Visit Indonesia di situs indonesia.travel.

Kementerian Pariwisata dalam hal ini juga bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk mendorong sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil di desa wisata. Adapun, meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) bersama Bank Indonesia sebagai acuan pengembangan destinasi.

"Dari sisi layanan, kami melakukan pemetaan destinasi wisata ramah Muslim secara nasional berdasarkan aspek aksesibilitas, atraksi, dan amenitas (3A) sebagai dasar pengembangan yang lebih terarah. Serta terus mendorong implementasi panduan wisata ramah Muslim untuk meningkatkan standar layanan di berbagai destinasi," ungkapnya.

Kemudian, Menpar Widi juga menyatakan potensi pasar wisata ramah Muslim masih sangat besar. Berdasarkan proyeksi GMTI, jumlah wisatawan Muslim dunia diperkirakan mencapai 208 juta orang pada 2026 dan meningkat menjadi 262 juta pada 2030, dengan nilai pasar mencapai USD 310 miliar.

"Capaian GMTI dan geliat ratusan event di semester pertama tahun ini menegaskan optimisme bagi pariwisata sebagai salah satu pilar utama dan motor penggerak ekonomi masa depan Indonesia," kata Widi.



(upd/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads