Pembaruan Layanan Haji: Embarkasi Tanpa Asrama-Embarkasi Fast Track

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pembaruan Layanan Haji: Embarkasi Tanpa Asrama-Embarkasi Fast Track

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Kamis, 16 Jul 2026 08:18 WIB
Jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Yogyakarta Tiba di Madinah hari ini, Rabu (22/4/2026)
Ilustrasi keberangkatan haji. (Tri Aljumanto/detikcom)
Jakarta -

Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan layanan bagi jemaah Indonesia. Salah satunya adalah hadirnya embarkasi tanpa asrama haji pertama di Yogyakarta serta penambahan embarkasi fast track di Makassar.

Kedua langkah tersebut merupakan bagian dari pembenahan tata kelola dan peningkatan layanan pada musim haji tahun ini. Berbagai inovasi juga dilakukan agar proses keberangkatan jemaah berjalan lebih efektif dan nyaman.

Deputi III Badan Komunikasi (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Rabu (15/7/2027) menyebutkan untuk pertama kalinya terdapat embarkasi tanpa asrama dan menambah embarkasi untuk fast track.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk pertama kalinya, pemerintah menghadirkan embarkasi tanpa asrama haji yaitu Embarkasi Yogyakarta, serta menambah satu embarkasi baru untuk fast track yaitu Embarkasi Makassar," jelas Kurnia.

ADVERTISEMENT

Selain menghadirkan embarkasi baru, Kurnia menyebut Kementerian Haji dan Umrah juga memperkuat kualitas petugas haji melalui pendidikan dan pelatihan. Materi pelatihan meliputi kesiapan fisik dan mental, kompetensi pelayanan, kerja sama tim, hingga pengetahuan dasar fikih haji dan bahasa Arab.

Kemudian, pemerintah juga menyelesaikan berbagai persiapan lebih awal, mulai dari penyediaan akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan di masyair, hingga penyelesaian visa haji. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran operasional selama musim haji.

"Kemenhaj juga menghadirkan layanan dua syarikat disertai pembagian dan aktivasi kartu nusuk langsung di embarkasi," katanya.

Tak hanya itu, digitalisasi layanan juga diperkuat untuk memantau distribusi katering sekaligus melacak lokasi petugas selama bertugas di Arab Saudi. "Terakhir, Kemenhaj memperkuat digitalisasi layanan untuk mengontrol distribusi catering dan melacak lokasi petugas," lengkap Kurnia.



(upd/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads