Pelari Ditanduk Banteng di Wajah saat Festival San Fermin di Spanyol

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pelari Ditanduk Banteng di Wajah saat Festival San Fermin di Spanyol

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Kamis, 16 Jul 2026 10:00 WIB
Suasana Kota Pamplona, Spanyol, kembali dipenuhi semangat dan adrenalin saat Festival San Fermin 2026 resmi digelar. Ribuan warga dan wisatawan memadati jalanan untuk mengikuti maupun menyaksikan tradisi ikonik Running of the Bulls, yakni lari bersam
Festival San Fermin di Spanyol. (REUTERS/Pankra Nieto)
Jakarta -

Seorang pelari mengalami luka serius setelah ditanduk banteng di bagian wajah saat mengikuti tradisi lari banteng dalam Festival San Fermin di Pamplona, Spanyol, Sabtu lalu.

Selain itu, 12 peserta lainnya juga harus menjalani perawatan akibat cedera yang dialami selama acara berlangsung.

Melansir AP, Kamis (16/7/2026) enam ekor banteng bersama sapi penggiring dilepas menyusuri lintasan sempit sepanjang 875 meter yang dipadati ribuan peserta. Hewan-hewan itu berlari menuju arena adu banteng dalam waktu sekitar dua setengah menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sepanjang lintasan, sejumlah pelari terjatuh ke jalan berbatu setelah tersenggol banteng. Beberapa peserta yang tersandung juga memicu tumpukan pelari di tengah jalur.

ADVERTISEMENT

Rumah Sakit Universitas Navarra melaporkan satu orang mengalami luka tusuk di bagian wajah akibat tanduk banteng. Sementara itu, 12 peserta lainnya mendapat perawatan medis karena berbagai cedera akibat benturan dan terjatuh.

Insiden bermula ketika seekor banteng berwarna hitam terpisah dari kelompoknya pada awal pelarian. Banteng itu menerjang kerumunan dan menghantam sisi wajah salah seorang pelari menggunakan tanduknya.

Belum dipastikan apakah benturan tersebut menjadi penyebab luka tusuk yang dialami korban. Dalam beberapa momen, sejumlah pelari tampak tidak menyadari banteng sudah berada sangat dekat di belakang mereka.

Alih-alih menyeruduk, beberapa banteng justru mendorong peserta yang menghalangi jalurnya agar bisa terus berlari. Lari banteng pada Sabtu itu merupakan hari kelima dari rangkaian Festival San Fermin yang berlangsung selama delapan hari di wilayah utara Spanyol.

Penyelenggaraan festival tahun ini juga bertepatan dengan 100 tahun terbitnya novel 'The Sun Also Rises' karya Ernest Hemingway. Novel tersebut berperan besar memperkenalkan Festival San Fermin ke dunia internasional.

Meski korban meninggal terakhir dalam tradisi lari banteng terjadi pada 2009, insiden peserta tertanduk maupun mengalami patah tulang masih sering terjadi. Banyaknya pelari pemula dan wisatawan asing yang ikut ambil bagian menjadi salah satu faktor tingginya angka kecelakaan dalam atraksi tersebut.



(upd/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads