Gelombang Panas Eropa Picu Kebakaran, Wisatawan Diminta Lebih Waspada

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Gelombang Panas Eropa Picu Kebakaran, Wisatawan Diminta Lebih Waspada

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Jumat, 17 Jul 2026 07:03 WIB
Firefighters work to extinguish a wildfire in the outskirts of Abejera de Tabara, Zamora, Spain, August 13, 2025. REUTERS/Susana Vera
Ilustrasi kebakaran di Eropa akibat gelombang panas. (REUTERS/Susana Vera)
Jakarta -

Gelombang panas masih menyelimuti sejumlah negara di Eropa pada musim panas 2026. Suhu di beberapa wilayah bahkan menembus 40 derajat Celsius, memicu kebakaran hutan hingga mengganggu aktivitas perjalanan wisata.

Negara-negara seperti Inggris, Spanyol, Prancis, Portugal, Italia, Yunani, dan kawasan Balkan juga mengalami lonjakan suhu dalam beberapa pekan terakhir.

Spanyol menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Badan Meteorologi Spanyol, Aemet, mencatat Barcelona mencapai suhu 40,7 derajat Celsius pada 8 Juli, menjadi rekor tertinggi dalam 112 tahun terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, wilayah Andalusia dan timur laut Spanyol diperkirakan masih akan mengalami suhu di atas 40 derajat Celsius dalam beberapa hari ke depan.

ADVERTISEMENT

Di Prancis, sebagian besar wilayah masih berada dalam status peringatan cuaca oranye akibat suhu ekstrem. Kota Bordeaux diperkirakan mencapai 38-39 derajat Celsius.

Sebelumnya, suhu di negara itu sempat melampaui 43 derajat Celsius hingga menyebabkan Menara Eiffel ditutup sementara dan sekitar 68 ribu rumah mengalami pemadaman listrik.

Mengutip Conde Nast Traveller, Kamis (16/7/2026) cuaca panas juga memicu kebakaran hutan di sejumlah negara.

Di kaki Pegunungan Pyrennes, Prancis kebakaran terjadi dan membuat warga dan wisatawan di sana harus dievakuasi. Selain itu, kebakaran juga terjadi di Frejus, dekat Cannes, yang menyebabkan 1.700 wisatawan dievakuasi ke tiga titik lokasi berbeda.

Kebakaran juga dilaporkan terjadi di Portugal, Yunani, Spanyol, Kroasia, dan Albania selatan. Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commenwealth & Development Office (FCDO) pun mengeluarkan peringatan bagi warganya yang bepergian ke Prancis, Yunani, dan Portugal.

People swim in the Canal Saint-Martin after public swimming was permitted in certain areas due to high temperatures amid a heatwave in Paris, France, June 26, 2026. REUTERS/Tom NicholsonGelombang panas di Eropa. (REUTERS/Tom Nicholson)

Warga Inggris yang berada di kawasan itu atau hendak bepergian ke sana diminta selalu memantau risiko kebakaran hutan, mengikuti arahan otoritas setempat, dan memperhatikan perkembangan cuaca selama berada di destinasi.

Gangguan Terhadap Transportasi

Gelombang panas sebelumnya juga sempat mengganggu transportasi di Eropa. AirHelp mencatat pada Juni lalu sebanyak 3.410 penerbangan mengalami penundaan dan 140 penerbangan dibatalkan.

Bandara Barcelona-El Prat dan Amsterdam Schiphol menjadi yang paling terdampak. Meski begitu, hingga kini belum ada laporan gangguan besar di bandara akibat gelombang panas yang sedang berlangsung.

Selain penerbangan, layanan kereta di beberapa negara juga terdampak suhu tinggi. Otoritas Prancis mengimbau kelompok rentan menghindari perjalanan saat cuaca sangat panas dan meminta seluruh penumpang memeriksa jadwal sebelum berangkat.

Soal perlindungan perjalanan, perusahaan asuransi Aviva menjelaskan bahwa wisatawan yang jatuh sakit akibat gelombang panas saat berada di luar negeri tetap dapat memperoleh perlindungan.

"Jika akibat gelombang panas Anda jatuh sakit saat berada di luar negeri, asuransi perjalanan akan menanggung biaya perawatan medis serta biaya pemulangan jika diperlukan secara medis. Dalam kondisi tersebut, biaya perjalanan dan akomodasi yang tidak dapat digunakan juga dapat diganti," ungkap juru bicara Aviva.

Namun, Aviva menegaskan polis asuransi tidak otomatis menanggung pembatalan liburan hanya karena wisatawan memutuskan tidak berangkat akibat cuaca panas.

"Asuransi perjalanan tidak akan menanggung pembatalan jika Anda memutuskan tidak jadi bepergian hanya karena gelombang panas. Sebaiknya hubungi maskapai atau penyedia perjalanan untuk mengetahui kemungkinan menjadwalkan ulang perjalanan," lanjutnya.

Tips Tetap Aman di Tengah Gelombang Panas

Conde Nast Traveller menyebut ada beberapa tips bagi wisatawan agar aman dari situasi kenaikan suhu tersebut, di antaranya:

1. Hindari keluar ruangan, terutama pada pukul 11.00 hingga 15.00, saat matahari berada tepat di atas kepala

2. Sebisa mungkin tetap berada di area teduh

3. Gunakan pakaian yang longgar dan bahan yang mudah menyerap keringat

4. Banyak minum air putih

5. Ketika berada di penginapan, pastikan suhu di ruangan tetap sejuk dengan menutup jendela, pasang tirai, dan gunakan pendingin saat berada di ruangan

6. Jika di luar ruangan gunakan kacamata hitam, topi hingga tabir surya.



(upd/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads