Tolong Dong, Jangan Kasih Makan Monyet-monyet di Telaga Ngebel!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tolong Dong, Jangan Kasih Makan Monyet-monyet di Telaga Ngebel!

Charolin Pebrianti - detikTravel
Jumat, 17 Jul 2026 18:38 WIB
Ratusan Monyet Turun Gunung Cari Makan di Permukiman Warga Telaga Ngebel
Kawanan monyet menyerbu Telaga Ngebel di Ponorogo (Charolin Pebrianti/detikcom)
Ponorogo -

Wisatawan yang liburan ke Telaga Ngebel di Ponorogo diimbau untuk tidak memberi makan monyet-monyet yang ada di sana.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak memberi makan kawanan monyet ekor panjang yang belakangan kerap terlihat di kawasan Telaga Ngebel, Ponorogo.

Kebiasaan memberi makan itu justru dikhawatirkan malah membuat kawanan satwa liar berupa monyet semakin sering turun ke permukiman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Seksi KSDA Wilayah II BBKSDA Jawa Timur Gatot Kuncoro Edy mengatakan, kemunculan monyet di sekitar kawasan wisata saat musim kemarau merupakan fenomena yang terjadi hampir setiap tahun.

"Ini sebenarnya fenomena tahunan. Memang saat musim kemarau ketersediaan pakan di hutan berkurang, terutama buah-buahan, sehingga mereka turun mencari makan," kata Gatot, Jumat (17/7/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, petugas KSDA telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak memberi makan kepada monyet-monyet itu.

"Teman-teman sudah saya perintahkan untuk mengecek ke sana sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar jangan memberi makan. Justru kalau diberi makan mereka akan terbiasa datang ke situ," ujarnya.

Gatot menjelaskan, monyet yang turun ke kawasan Ngebel merupakan spesies monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang memang hidup di kawasan hutan lereng Wilis.

"Itu habitatnya monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Kawasan itu masuk RPH Ngebel, Wilis Barat," jelasnya.

Meski belum ada laporan monyet menyerang warga, Gatot tetap mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati kawanan satwa liar tersebut.

"Kalau didekati sebenarnya bisa membahayakan. Jadi masyarakat jangan mendekati dan jangan memberi makan supaya mereka tidak terbiasa datang ke permukiman," tegasnya.

Ia menambahkan, hingga kini BKSDA belum menerima laporan adanya monyet yang menyerang warga maupun merusak rumah atau fasilitas umum di kawasan Ngebel.

"Saya belum pernah mendapat laporan terkait monyet menyerang warga. Kemungkinan mereka turun karena pakan di hutan berkurang saat musim kemarau," katanya.

Monyet Turun Gunung hingga ke Pasar

Sebelumnya diberitakan, kawanan monyet ekor panjang di kawasan Telaga Ngebel, Ponorogo turun gunung dan masuk ke permukiman warga hingga ke pasar untuk mencari makan. Warga menyebut fenomena itu sudah menjadi hal yang biasa.

Salah seorang warga, Kepri mengatakan, monyet pasti akan turun jika merasa lapar. Waktu kemunculannya pun tidak menentu, bahkan sejak pagi hari sudah terlihat berkeliaran.

"Pasti turun kalau lapar. Tadi masih pagi udah gitu. Enggak tentu," ujar Kepri, Kamis (16/7/2026).

Menurut Kepri, monyet yang turun jumlahnya sangat banyak, bisa mencapai ratusan ekor dalam satu gerombolan.

"Nggih, gerombol. Banyak, kok. Wah, lebih. Ratusan. Lebih," katanya.

Sasaran utama kawanan monyet tersebut adalah pasar. Mereka mencari sisa-sisa makanan atau buah yang tidak ditutup oleh pedagang.

"Nyari makanan. Bekas-bekas sisa-sisa itu. Di pasar kan ada yang tidak ditutup gitu. Terus dia bisa diambil," ucapnya.

Kepri mengaku, kawanan monyet tersebut tidak terlalu mengganggu selama dagangan pedagang dijaga dan ditutup dengan benar. Namun jika lengah, makanan bisa langsung diambil.

"Kalau enggak dijaga, enggak ditutup-tutup, nanti diambil-ambil gitu," ujarnya.

Ia juga mengaku takut jika membawa makanan saat berpapasan dengan monyet, karena bisa direbut.

"Takut. Kalau bawa makanan juga direbut," katanya.

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Kasno. Ia menyebut monyet ekor panjang turun hampir setiap hari untuk mencari makan dan tidak mengganggu pedagang.

"Ya enggak sih. Ya tiap hari sih. Ya cari makan. Enggak," kata Kasno.

Kasno menegaskan, kebiasaan monyet turun mencari makan tersebut sudah terjadi sejak lama, bahkan saat musim hujan pun monyet itu tetap turun.

"Emang dari dulu emang seperti itu. Musim hujan, ya," pungkasnya.


--------

Artikel ini telah naik di detikJatim, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kemeriahan Larungan Telaga Ngebel, Ikan Nila 3 Kuintal Jadi Rebutan"
[Gambas:Video 20detik] (wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads