Sebuah bandara di China ramai-ramai dipuji netizen karena perlakuannya kepada kucing liar. Alih-alih mengusir, mereka membangunkan ruangan khusus dan 'memperkerjakan' mereka sebagai pembasmi tikus.
Diberitakan SCMP, Minggu (19/7/2026) Bandara Internasional Lanzhou Zhongchuan di Lanzhou, provinsi Gansu barat laut membuatkan rumah kaca di dekat gerbang keberangkatan untuk tiga ekor kucing liar ini. Nama kucing-kucing ini Sangbiao sang ayah, Cuihua sang ibu, dan anak kucing betina Cuiguo yang lahir pada bulan Juni lalu.
Adapun yang membuat netizen semakin gemas adalah rumah kaca ini juga dijuluki sebagai kantor pengendalian tikus bandara. Pihak bandara juga rutin membagikan kesibukan anggota mereka ini di sosmed.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sangbiao dan Cuihua sebelumnya adalah kucing liar di lokasi pembangunan terminal baru bandara. Mereka tinggal di dekat terminal setelah bangunan baru selesai dibangun.
Pada paruh kedua tahun lalu, karyawan bandara memperhatikan bahwa keberadaan tikus terkendali berkat kedua kucing tersebut. Mereka memutuskan untuk tidak mengusir kucing-kucing itu, tetapi memberi mereka makan di tempat yang telah ditentukan.
Viral di sosial media lalu diadopsi
Keberadaan sepasang kucing ini viral setelah para penumpang membagikan video mereka secara online. Netizen menyebut pasangan kucing ini sebagai 'petugas kantor pengendalian tikus bandara'.
Memanfaatkan popularitas online kucing-kucing tersebut, bandara mengadopsi mereka awal tahun ini. Bandara mengumpulkan usulan nama untuk kedua kucing tersebut dari media sosial dan membangun rumah kucing kaca untuk mereka.
Rumah kucing ini dilengkapi sistem ventilasi udara, dispenser air, dan tempat bermain untuk kucing. Pihak bandara menugaskan karyawan untuk merawat mereka dan secara teratur membawa mereka keluar untuk 'berpatroli' di area bandara agar mereka dapat menjalankan tugasnya: menangkap tikus.
Setiap pagi, saat jumlah penumpang sedikit, karyawan bandara akan melepaskan dua kucing dewasa untuk waktu singkat guna berpatroli di area seperti sabuk konveyor, dapur kantin utama, dan gudang untuk mencari tikus.
Pengakuan pihak bandara, tidak ada lagi serangan tikus di area bandara sejak mereka mengadopsi kucing-kucing tersebut pada awal tahun ini.











































Komentar Terbanyak
Viral Turis China Dilecehkan Warlok Bali, Berawal dari Salaman Lalu ke Kemaluan
Malaysia Rajai Pariwisata ASEAN, Indonesia Kalah dari Vietnam
Terpopuler: Tetangga Baru Indonesia, Merdeka Tahun 2030