Pendaki Asal Bogor Meninggal di Basecamp Gunung Merbabu

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pendaki Asal Bogor Meninggal di Basecamp Gunung Merbabu

Jarmaji - detikTravel
Senin, 20 Jul 2026 08:15 WIB
Gunung Merbabu
Gunung Merbabu (Jarmaji/detikJateng)
Jakarta -

Seorang pendaki asal Bogor, Adityo Rahmat Eko Prayudi (38), meninggal setelah jatuh pingsan di basecamp Gunung Merbabu. Diduga akibat serangan jantung.

"Iya betul (ada pendaki Merbabu yang meninggal dunia). Korban bernama Adityo Rahmat Eko Prayudi (38), alamatnya Kelurahan Cilengsi Kidul, Kecamatan Cilengsi, Kabupaten Bogor, Jabar," kata Kapolsek Selo, AKP Kiryanto, dikonfirmasi detikJateng Sabtu (18/7/2026), dilansir dari detikJateng.

Kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan. Dari sejumlah saksi didapatkan informasi bahwa korban mendaki Gunung Merbabu via Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Aditya memulai perjalanan sekitar pukul 10.00 WIB bersama tiga orang temannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesampai di Pos Bayangan 1 Pendakian Gunung Merbabu, korban merasa tidak enak badan, kemudian tidak jadi melanjutkan pendakian dan turun kembali ke basecamp milik Bapak Parman Purwanto, di Dukuh Genting, Desa Tarubatang," kata Kiryanto.

ADVERTISEMENT

Kemudian, sekitar pukul 11.30 WIB, korban sampai di Basecamp milik Parman. Tiba-tiba korban terjatuh ke depan di teras basecamp. Saksi Muhammad Fazlur (43), warga Jakarta yang melihat korban terjatuh, langsung memanggil saksi Dimas Edi Sugito (39), yang merupakan warga setempat. Mereka kemudian memberikan pertolongan.

Saksi-saksi kemudian membalikkan posisi korban dan memberikan bantal. Saat itu kondisi korban sudah tidak sadarkan diri. Saksi Dimas kemudian menghubungi Puskesmas Selo.

Petugas medis dari Puskesmas Selo langsung mendatangi lokasi kejadian. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata korban sudah meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Selo sambil menunggu pihak keluarganya.

"Hasil pemeriksaan dari Puskesmas Selo bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Menurut keterangan dokter jaga Puskesmas Selo, korban mengalami serangan jantung. Korban menderita penyakit hipertensi kronis," kata dia.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.



(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads