Bandara Ngurah Rai Dinilai Melebihi Kapasitas, Koster Membantah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bandara Ngurah Rai Dinilai Melebihi Kapasitas, Koster Membantah

Rizki Setyo Samudero - detikTravel
Senin, 20 Jul 2026 11:21 WIB
Suasana terminal domestik Bandara Internasiona I Gusti Ngurah Rai, Rabu (20/5/2026).
Ilustrasi Bandara I Gusti Ngurah Rai (Fabiola Dianira/detikBali)
Jakarta -

Gubernur Bali Wayan Koster membantah kondisi Bandara I Gusti Ngurah Rai yang dinilai melebihi kapasitas kapasitas penumpang. Dia menilai justru bandara itu perlu dioptimalkan lagi.

"Bandara Ngurah Rai ini sebenarnya belum over capacity, tapi pengelolaannya yang belum optimal, jadi belum efisien dan ini yang harus dioptimalkan betul," kata Koster saat menyampaikan laporan di Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Termasuk juga adalah akses ke Ngurah Rai dari wilayah-wilayah Badung seperti Canggu, kemudian juga Seminyak dan Legian," kata dia.

Termasuk, kata Koster, penyediaan transportasi laut water taxi dari bandara ke Canggu yang dirancang oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

ADVERTISEMENT

Koster mengatakan infrastruktur Tol Gilimanuk-Mengwi juga perlu segera dilanjutkan. Berdasarkan hasil rapat dengan Komisi V, rencananya Desember akan dilakukan tender. Ia juga meminta informasi tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.

"Terutama untuk kendaraan logistik. Ini harus diprioritaskan betul supaya isu tahunan macet waktu Lebaran apalagi barengan dengan Hari Raya Nyepi itu luar biasa kemarin, itu sampai menimbulkan kemacetan 20 kilometer. Ini menjadi prioritas kami di Bali," kata dia.

Koster juga menyampaikan sejumlah perkembangan mengenai infrastruktur di Bali seperti akses yang masih kurang memadai menuju ke daerah Bali utara, timur dan barat, pembangunan Pelabuhan Celukan Bawang, hingga pembangunan PSEL.

Selain itu, sejumlah persoalan prioritas seperti sampah, kemacetan, ketersediaan air bersih, dan Bali Mandiri Energi juga dibahas.



(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads