WHV Banyak Peminat, Australia Berusaha Kurangi Waktu Tunggu Visa

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

WHV Banyak Peminat, Australia Berusaha Kurangi Waktu Tunggu Visa

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Senin, 20 Jul 2026 18:30 WIB
SYDNEY, AUSTRALIA - DECEMBER 31: People wearing I love Sydney shirts pose for a photo while gathering at the Sydney Opera House in anticipation of the annual New Years Eve fireworks display on December 31, 2025 in Sydney, Australia. Thousands will
Ilustrasi Australia (Getty Images/George Chan)
Sydney -

Pemerintah Australia sedang berupaya mengurangi waktu tunggu proses pengajuan visa di tengah tingginya peminat Working Holiday Visa (WHV).

Mereka sedang berusaha mengurangi kendala tersebut melalui pengalokasian dana tambahan dalam anggaran terbaru pemerintah Aussie.

"Pemerintah kami dalam anggaran terakhir telah mengumumkan pendanaan tambahan untuk upaya mengurangi waktu tunggu yang harus Anda lalui untuk mendapatkan keputusan visa," kata Wakil Menteri Luar Negeri dan Perdagangan sekaligus Asisten Menteri Imigrasi Australia, Matt Thistlethwaite dikutip dari Antara, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Thistlethwaite menjelaskan jumlah kuota visa Australia ditetapkan berdasarkan perencanaan tahunan yang menyesuaikan tingkat penawaran dan permintaan.

Penentuan kuota visa turut mempertimbangkan beban biaya anggaran negara yang timbul dari fasilitas yang diakses oleh para pemegang visa, mulai dari pelajar, pekerja sementara, hingga pendatang tetap.

ADVERTISEMENT

"Mereka akan mendapatkan akses ke sistem perawatan kesehatan dan pendidikan kami. Mereka juga menggunakan transportasi umum, infrastruktur, serta perumahan, dan ada biaya terkait itu yang harus kami tanggung dalam anggaran," ujarnya.

Setiap tahun, peminat Working Holiday Visa (WHV) alias visa kerja dan liburan ke Australia makin tinggi. Kuotanya hanya 5.000 orang per tahun untuk Indonesia. Terbatasnya kuota itu membuat Whistlewhite setuju usulan Dirjen Imigrasi untuk membuat sistem undian bagi para peminat WHV.

"Direktur Jenderal dari Departemen Pemerintahan Anda juga menyarankan undian untuk membuat sistem lebih adil, dan untuk menghilangkan kebutuhan untuk surat dukungan juga. Kami pikir itu adalah rekomendasi yang cocok dan kami sedang mencari implementasi usulan sistem undian itu untuk menghilangkan kebutuhan surat dukungan. Itu akan menghilangkan beberapa hambatan yang kita miliki dalam sistem dan membuat sistem jauh lebih adil," jelas dia.

Mengenai kapan sistem undian itu akan berjalan, Whistlewhite belum menyatakan dengan pasti, karena implementasi sistem baru membutuhkan waktu.

"Membuat sistem undian membutuhkan waktu. Sistem undian elektronik agar adil. Departemen Luar Negeri kami sedang mengimplementasikan itu. Saya tidak bisa memberi Anda jadwal tertentu saat ini. Tapi segera kami akan beritakan kepada Indonesia tentang perubahan itu. Kami akan memberikan tanggalnya saat sistem baru akan dimasukkan. Jadi nanti akan jadi perhatian dan orang akan dapat bersiap-siap untuk sistem yang baru," ujar dia.

Menurut Thistlethwaite, peningkatan waktu tunggu terjadi karena jumlah aplikasi yang masuk terus melonjak, sementara jumlah kuota untuk setiap kategori visa-seperti visa pasangan, visa pelajar, dan visa tenaga terampil-bersifat terbatas. Dana tambahan dalam anggaran baru diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan imigrasi dan pemberian visa.

Berdasarkan data dari GoodStats, jumlah warga Indonesia yang mendapatkan Working Holiday Visa ke Australia menunjukkan tren peningkatan dari tahun 2022 hingga 2025.

Tren itu mencerminkan tingginya minat generasi muda untuk memperoleh pengalaman kerja dan budaya di luar negeri. Dengan kuota tahunan yang terbatas, program WHV dikenal sangat kompetitif.

Setiap kali pendaftaran WHV dibuka, ribuan pelamar bersaing untuk mendapatkan slot yang biasanya habis dalam hitungan menit. Tingginya minat ini menuntut calon pelamar untuk mempersiapkan dokumen jauh-jauh hari, termasuk bukti kemampuan bahasa Inggris seperti International English Language Testing System (IELTS).

IELTS Penting Bagi Calon Pelamar WHV

Skor IELTS tinggi menunjukkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang efektif dan sangat dibutuhkan bagi individu yang ingin tinggal dan bekerja di luar negeri. Kemampuan komunikasi yang baik akan mempermudah interaksi di tempat kerja.

Menurut Arnold Simanjuntak, Head of Sales and Account Management British Council Indonesia, kemampuan bahasa Inggris yang baik dan dibuktikan dengan skor IELTS tinggi jadi penting bagi para pelamar WHV untuk memaksimalkan peluang.

Salah satu caranya dengan mengikuti IELTS Ready Premium, platform persiapan gratis bagi peserta British Council IELTS yang dapat diakses setelah peserta melakukan pendaftaran dan pembayaran tes IELTS.

Platform ini menyediakan materi persiapan resmi yang telah dikurasi. Seluruh mock test dan latihan di sini dikembangkan oleh para ahli bahasa Inggris, sehingga mencerminkan standar IELTS yang sebenarnya dan memungkinkan peserta belajar dengan lebih terarah tanpa perlu mencari sumber tambahan dari luar.

"Melalui materi persiapan IELTS dan berbagai sumber belajar terpercaya, calon peserta WHV dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka serta meraih skor yang dibutuhkan agar siap menempuh studi, karier, dan mobilitas internasional," kata dia.

Seiring meningkatnya minat terhadap Working Holiday Visa di Indonesia, persiapan IELTS sejak dini dapat membantu pelamar meningkatkan kesiapan dan peluang mereka untuk lolos dalam proses seleksi yang kompetitif.



(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads