Galeri Apollo di Museum Louvre, Paris, dibuka kembali untuk wisatawan setelah ditutup akibat perampokan konyol yang terjadi pada Oktober 2025. Kini ruang bersejarah itu difungsikan sebagai galeri kenegaraan seperti saat pertama kali dibangun pada abad ke-17.
Dengan begitu, kini, Galeri Apollo itu tidak memiliki etalase dan koleksi permata mahkota Prancis. Direktur Museum Louvre, Christophe Leribault, mengatakan permata mahkota Prancis yang tidak ikut dicuri akan dipindahkan ke ruang pamer baru dengan sistem keamanan lebih ketat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Permata yang tersisa akan dipamerkan di ruangan lain yang dirancang sebagai brankas tanpa jendela," kata Leribault dikutip dari Euronews, Sabtu (25/7/2026).
Galeri Apollo sempat disorot setelah delapan permata mahkota Prancis hilang dalam aksi perampokan yang menghebohkan. Empat pelaku membobol museum pada siang hari menggunakan truk yang dilengkapi platform pengangkat, lalu membawa kabur koleksi bersejarah tersebut.
Kasus itu membuka kelemahan sistem keamanan di Museum Louvre, museum yang paling banyak dikunjungi di dunia. Peristiwa tersebut juga berujung pada mundurnya Presiden Museum Louvre saat itu, Laurence des Cars.
Fakta terbaru, dua orang diduga pelaku pencuri permata itu telah diamankan pihak berwajib. Namun, dalam pengakuannya mereka hanya menjalankan tugas dari si pemilik rencana pencurian itu.
Dan dari hasil yang telah mereka lakukan, si pencuri mengaku bahwa dalang pencurian ini kecewa dengan hasil yang ada.
"Dia tidak senang. Dia berpikir kami seharusnya bisa mengambil lebih banyak," kata salah satu pencuri itu, Abdoulaye.











































Komentar Terbanyak
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Viral Turis China Dilecehkan Warlok Bali, Berawal dari Salaman Lalu ke Kemaluan
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030