Sempat Tutup Usai Dirampok, Galeri Apollo di Museum Louvre Dibuka Lagi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sempat Tutup Usai Dirampok, Galeri Apollo di Museum Louvre Dibuka Lagi

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Sabtu, 25 Jul 2026 19:15 WIB
The painting Apollo Slaying the Serpent Python by Eugene Delacroix during the reopening to the public of the Apollo Gallery (Galerie dApollon), where French crown jewels were stolen in 2025 in a heist, at the Musee du Louvre in Paris, France, July
Galeri Apollo, Museum Louvre. (Lou Benoist/Reuters)
Paris -

Galeri Apollo di Museum Louvre, Paris, dibuka kembali untuk wisatawan setelah ditutup akibat perampokan konyol yang terjadi pada Oktober 2025. Kini ruang bersejarah itu difungsikan sebagai galeri kenegaraan seperti saat pertama kali dibangun pada abad ke-17.

Dengan begitu, kini, Galeri Apollo itu tidak memiliki etalase dan koleksi permata mahkota Prancis. Direktur Museum Louvre, Christophe Leribault, mengatakan permata mahkota Prancis yang tidak ikut dicuri akan dipindahkan ke ruang pamer baru dengan sistem keamanan lebih ketat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Permata yang tersisa akan dipamerkan di ruangan lain yang dirancang sebagai brankas tanpa jendela," kata Leribault dikutip dari Euronews, Sabtu (25/7/2026).

Galeri Apollo sempat disorot setelah delapan permata mahkota Prancis hilang dalam aksi perampokan yang menghebohkan. Empat pelaku membobol museum pada siang hari menggunakan truk yang dilengkapi platform pengangkat, lalu membawa kabur koleksi bersejarah tersebut.

ADVERTISEMENT

Kasus itu membuka kelemahan sistem keamanan di Museum Louvre, museum yang paling banyak dikunjungi di dunia. Peristiwa tersebut juga berujung pada mundurnya Presiden Museum Louvre saat itu, Laurence des Cars.

Fakta terbaru, dua orang diduga pelaku pencuri permata itu telah diamankan pihak berwajib. Namun, dalam pengakuannya mereka hanya menjalankan tugas dari si pemilik rencana pencurian itu.

Dan dari hasil yang telah mereka lakukan, si pencuri mengaku bahwa dalang pencurian ini kecewa dengan hasil yang ada.

"Dia tidak senang. Dia berpikir kami seharusnya bisa mengambil lebih banyak," kata salah satu pencuri itu, Abdoulaye.



(upd/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads