Dominasi Singapura di ASEAN ternyata unggul di berbagai aspek, selain yang terbaru perkara paspor. Kini, Singapura jadi negara di ASEAN dengan usia harapan hidup tertinggi.
Pada 2026, rata-rata penduduk Negeri Singa itu diperkirakan dapat hidup hingga 84,4 tahun, unggul cukup jauh dibandingkan negara-negara lain di kawasan.
Usia harapan hidup merupakan perkiraan rata-rata lamanya seseorang dapat hidup sejak lahir. Angka itu umumnya digunakan untuk menggambarkan kualitas kesehatan masyarakat, kondisi ekonomi, hingga efektivitas layanan kesehatan di suatu negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Seasia Stats, Minggu (26/7/2026) data yang dihimpun dari United Nations Population Division, World Bank, dan World Health Organization (WHO), menempatkan Singapura di posisi teratas dalam daftar negara ASEAN dengan usia harapan hidup tertinggi.
Thailand menyusul di urutan kedua dengan rata-rata usia harapan hidup 78 tahun. Setelah itu ada Malaysia dengan 76,6 tahun, Brunei Darussalam 75,8 tahun, dan Vietnam 75,5 tahun.
Indonesia berada di peringkat keenam dengan usia harapan hidup rata-rata 71,7 tahun. Angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan Filipina yang mencatat 71,4 tahun, Timor-Leste 70,2 tahun, Kamboja 70 tahun, Laos 69,3 tahun, serta Myanmar yang berada di posisi terbawah dengan sekitar 67 tahun.
Perbedaan usia harapan hidup di kawasan ASEAN mencerminkan kondisi masing-masing negara. Negara dengan sistem kesehatan yang lebih baik, tingkat kesejahteraan yang tinggi, serta akses layanan medis yang luas umumnya memiliki usia harapan hidup yang lebih panjang.
Berikut daftar usia harapan hidup rata-rata di negara-negara ASEAN pada 2026:
1. Singapura: 84,4 tahun
2. Thailand: 78,0 tahun
3. Malaysia: 76,6 tahun
4. Brunei Darussalam: 75,8 tahun
5. Vietnam: 75,5 tahun
6. Indonesia: 71,7 tahun
7. Filipina: 71,4 tahun
8. Timor-Leste: 70,2 tahun
9. Kamboja: 70,0 tahun
10. Laos: 69,3 tahun
11. Myanmar: sekitar 67 tahun
Data tersebut menunjukkan kesenjangan usia harapan hidup di Asia Tenggara masih cukup lebar. Ke depan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, pemerataan akses medis, serta perbaikan kualitas hidup diperkirakan akan menjadi faktor penting untuk mendorong masyarakat hidup lebih sehat dan berumur lebih panjang.










































