Hotel Cuan Usai Piala Dunia, Tapi Geopolitik Membayang Lagi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Hotel Cuan Usai Piala Dunia, Tapi Geopolitik Membayang Lagi

Bonauli - detikTravel
Senin, 27 Jul 2026 07:36 WIB
Ilustrasi hotel
Ilustrasi hotel Foto: Getty Images/davit85
Jakarta -

Hotel-hotel di beberapa kota tuan rumah Piala Dunia 2026 cuan besar. Fase kemeriahan berlalu, apakah krisis geopolitik masih berlaku?

Laporan keuangan perusahaan hotel dan aplikasi travel di Amerika Serikat bakal segera dirilis. Tapi, para investor ikut dibuat senewen melihat persaingan seru antara kabar baik dan ancaman ketidakpastian yang membayangi industri pariwisata.

Di satu sisi, ajang megah Piala Dunia sukses jadi jurus pamungkas yang bikin bisnis perhotelan panen raya. Jaringan hotel mewah mendadak jadi "sultan" karena berhasil mematok tarif kamar setinggi langit, seperti dikutip dari Reuters, Senin (27/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, kenaikan pendapatan ini murni didorong oleh harga kamar yang melonjak drastis, bukan karena jumlah tamu yang bertambah banyak. Apalagi, hebohnya Piala Dunia ini cuma fenomena sesaat dan bakal cepat berlalu.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, ada badai yang bikin pengusaha aplikasi liburan online ketar-ketir. Pertama, dampak konflik bersenjata di Timur Tengah sempat memicu gelombang pembatalan pesanan tiket dan hotel yang bikin proyeksi keuntungan mereka makin buram. Raksasa seperti Booking Holdings jadi salah satu yang paling cemas.

Kedua, aplikasi seperti Expedia mulai terancam oleh kecanggihan kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dan Gemini, yang kini makin pinter mencarikan dan membandingkan harga tiket sendiri tanpa lewat aplikasi mereka lagi.

Menariknya, Airbnb justru tampil sebagai "anak emas" di tengah situasi ini. Airbnb dinilai paling cerdik memanfaatkan momentum Piala Dunia dengan menggandeng lebih banyak pemilik rumah lokal untuk disewakan kepada para penggemar bola.

Pada akhirnya, ajang Piala Dunia memang terbukti ampuh mendongkrak dompet para pengusaha hotel untuk sementara waktu. Namun, mata para investor tetap tertuju pada pertanyaan besar: mampukah industri pariwisata ini bertahan dan terus tumbuh begitu kemeriahan lapangan bola usai, di tengah ancaman AI dan tensi dunia yang memanas?



(bnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads