Indonesia menjadi salah satu dari tiga negara pertama yang dipilih Pemerintah Malaysia untuk menjalankan kampanye Visit Malaysia 2026 melalui transportasi publik. Bersama Jepang dan China, Indonesia dinilai sebagai pasar strategis untuk memperkenalkan destinasi wisata Malaysia kepada masyarakat.
Kampanye itu diwujudkan melalui pemasangan visual bernuansa Malaysia di 20 rangkaian KRL Commuter Line selama enam bulan ke depan. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Tourism Malaysia, KAI Commuter, dan PT Alternative Media Group (AMG) yang diluncurkan di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Charge d'Affaires Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia, Farzalme Sarkawi, mengatakan Indonesia tetap menjadi salah satu pasar utama bagi sektor pariwisata Malaysia. Menurutnya, kedekatan hubungan kedua negara menjadi alasan Indonesia dipilih dalam kampanye tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Farzalme pemilihan jaringan KAI Commuter karena dinilai mampu menjangkau jutaan masyarakat setiap bulan. Indonesia juga menjadi salah satu negara pertama yang dipercaya menjalankan kampanye ini di transportasi publik.
"Pemilihan rangkaian KAI Commuter yang digunakan oleh jutaan penumpang pada setiap bulannya ini merupakan platform yang sangat strategis bagi kami untuk mendekati masyarakat Indonesia," ungkapnya.
"Bahkan Indonesia merupakan salah satu dari tiga negara pertama yang kami pilih sebagai rekan kolaborasi bersama dengan Jepang dan China untuk pelaksanaan promosi pariwisata Malaysia melalui video iklan di rangkaian kereta commuter. Sekaligus mencerminkan pentingnya pasar pariwisata Indonesia bagi Malaysia," lanjut Farzalme.
Rangkaian KRL bernuansa Malaysia. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom) |
Selama hari kerja masyarakat yang menggunakan moda transportasi ini tercatat kurang lebih 1,1 juta penumpang per harinya. Dan untuk di akhir pekan jumlahnya tercatat sekitar 800 ribu penumpang.
Corporate Secretary Vice President KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan tingginya mobilitas pengguna Commuter Line membuat transportasi publik memiliki potensi besar sebagai medium penyebaran informasi, termasuk promosi destinasi wisata.
"Kemudahan akses menuju berbagai destinasi wisata ini juga menjadi salah satu fokus program promosi yang kami lakukan di internal di KAI Commuter. Sehingga kegiatan ini menjadi salah satu implementasi dari upaya memberikan nilai tambah bagi KAI Commuter maupun bagi pengguna," kata Karina.
Karina menjelaskan visual kampanye akan menghiasi 20 rangkaian Commuter Line yang beroperasi di wilayah Jabodetabek selama enam bulan.
"Karena ini memang kita pasang di kereta yang baru. Jadi akan jalan di Central Line, Bogor Line, dan Cikarang Line," jelasnya.












































Komentar Terbanyak
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Viral Turis China Dilecehkan Warlok Bali, Berawal dari Salaman Lalu ke Kemaluan
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030