Sebuah insiden dialami oleh penumpang Ryanair. Jendela pesawatnya copot, ia nyaris terhisap keluar. Namun maskapai menyebut pesawat tetap tempat teraman.
Ljubisa KaroviΔ, seorang warga Serbia berusia 61 tahun, menjadi korban insiden ini. Ia ditarik kembali ke dalam pesawat oleh penumpang lain, setelah jendela akrilik pecah akibat pecahan mesin selama penerbangan dari Thessaloniki di Yunani ke Memmingen dekat Munich di Jerman.
Secara mengejutkan, kepala petugas keuangan grup Ryanair mengatakan bahwa pesawat tetap transportasi teraman meski ada insiden tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara harfiah telah ada ratusan juta penerbangan dengan pesawat Boeing 737 ini di seluruh dunia sejak pertama kali dibuat," kata Neil Sorahan, seperti dikutip dari The Independent UK, Sabtu (1/8/2026).
Pesawat tersebut disebut sebagai yang teraman yang pernah dibuat, karena memiliki perawatan yang sangat baik. Awak kabin pun sudah terlatih untuk berbagai kecelakaan.
Sorahan mengatakan perusahaan telah menghubungi keluarga tersebut sejak insiden itu.
Ia menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk membahas apakah Ryanair perlu memberikan kompensasi kepada pasangan tersebut, karena hasil investigasi masih belum diketahui.
"Mereka akan melakukan investigasi independen secara menyeluruh. Kami berpartisipasi penuh. Kami memiliki orang-orang di lapangan yang secara aktif terlibat dalam membantu," ujarnya.
Investigasi awal menunjukkan bahwa pesawat tersebut rusak akibat benda asing, kata CEO Ryanair Michael O'Leary kepada analis pada hari Senin saat ia mempresentasikan hasil Ryanair untuk kuartal April-Juni.
"Indikasi awal menunjukkan bahwa tampaknya ada kerusakan akibat benda asing pada mesin saat lepas landas di Thessaloniki, tetapi kami belum memiliki bukti, kami belum dapat mengatakan itu secara pasti," katanya.
O'Leary mengatakan pesawat itu berusia 18 tahun dan mesinnya telah diservis dan diperbaiki sepenuhnya dalam dua tahun terakhir.
KaroviΔ diselamatkan oleh istrinya, Svetlana GrkoviΔ, yang memegang kakinya dan menyeretnya kembali ke dalam pesawat bersama dua penumpang lainnya.
Laporan insiden awal akan dikeluarkan sekitar 28 hari lagi, disusul dengan laporan terperinci. Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) sedang menyelidiki insiden 10 Juli tersebut, di mana pesawat yang menuju Jerman kehilangan tekanan dan melakukan pendaratan darurat.
Peristiwa tersebut mengingatkan pada dua penerbangan Boeing 737 Southwest Airlines pada tahun 2016 dan 2018.
Simak juga Video 'Pesawat Wisata Jatuh di Peru, 13 Orang Tewas':
(bnl/wsw)










































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA