Legenda Himalaya Nirmal Purja Tewas di Gunung Pakistan, Kampung Halaman Berduka

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Legenda Himalaya Nirmal Purja Tewas di Gunung Pakistan, Kampung Halaman Berduka

Femi Diah - detikTravel
Senin, 03 Agu 2026 11:38 WIB
Pendaki legendaris Nirmal Purja
Pendaki legendaris Nirmal Purja (IG Nimsdai)
Jakarta -

Pendaki legendaris Nirmal Purja alias 'Nims Dai' tewas di Gunung Broad Peak, Pakistan. Keluarga, tetangga, hingga para guru di Small Heaven School menyatukan doa dan rasa duka mereka.

Nims Dai dipastikan menjadi salah satu pendaki yang meninggal akibat guguran salju (avalanche) dalam pendakian Gunung Broad Peak. Kabar Purja meninggal disampaikan dalam unggahan media sosial Yayasan Nimsdai, yang didirikannya pada 2022.

"Hari ini, kita berduka bukan hanya atas Nims, tetapi juga setiap nyawa yang hilang dalam tragedi ini termasuk rekan pendaki dan pemandu tepercayanya," bunyi unggahan Instagram tersebut, dikutip dari Nepalnews, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purja yang berusia 43 tahun termasuk di antara 10 pendaki gunung yang hilang pada Kamis setelah mereka diyakini berada di Puncak Broad setinggi 8.047 meter, di Pakistan utara. Kemudian, mereka dihantam salju longsor sekitar tengah hari waktu setempat.

Sejak pagi, tetangga dan kerabat berkumpul di rumah masa kecil Nims Dai di Ramnagar untuk menyampaikan rasa belasungkawa.

ADVERTISEMENT

Kakak kandungnya, Jeet Bahadur Purja, mengenang bahwa adiknya selalu bercerita setiap kali hendak berpetualang dalam ekspedisi pendakian berikutnya. Namun, Nims Dai tidak sempat bercerita saat berangkat ke Pakistan kali ini.

Ikut berduka atas wafatnya Nims Dai, seorang tetangga bernama Jibnath Parajuli memberikan penghormatan terakhir dengan mengalungkan bunga pada foto Nims Dai serta menyalakan lilin di rumah almarhum di Ramnagar.

Lahir di Dana, Annapurna-2, Myagdi, Purja menempuh pendidikan dari kelas 3 hingga kelas 10 di Small Heaven School yang berlokasi di Aanpatari. Sekolah yang dulu berada di Aanpatari tersebut kini telah berpindah lokasi ke Kalyanpur.

Setelah menyelesaikan jenjang kelas 10, dia melanjutkan karirnya dengan bergabung bersama Tentara Inggris (British Army).

Guru olahraganya, Surendra Baral, mengenang kebersamaannya dengan Purja selama kurang lebih tujuh tahun. Baral menuturkan bahwa Purja sudah memiliki jiwa yang pemberani dan disiplin sejak masih anak-anak.

Senada dengan hal tersebut, Shailendra Baral, pengawas asrama Small Heaven School, menyebut Purja sebagai siswa yang sangat disiplin. Dia mengatakan guru dan staf lain di sekolah itu sangat terkejut dan terpukul atas kabar duka tersebut.

Kepala Sekolah Small Heaven School, Ramchandra Neupane, teringat betapa bangganya ketika mantan siswanya itu berhasil mencatatkan rekor dunia dan masuk ke dalam Guinness Book of World Records. Dia juga menaklukkan seluruh 14 puncak gunung setinggi lebih dari 8.000 meter di dunia hanya dalam waktu 6 bulan 6 hari, memangkas rekor dunia sebelumnya yang membutuhkan waktu hampir 8 tahun.

Selain itu, pada Januari 2021, Purja kembali mencetak sejarah sebagai bagian dari tim pendaki Nepal yang pertama kali berhasil menaklukkan Gunung K2 di musim dingin. Saat itu, dia mendaki tanpa menggunakan bantuan tabung oksigen tambahan. Dia juga membuat rekor pendakian tiga gunung raksasa (Everest, Lhotse, dan Makalu) secara berturut-turut dalam waktu 48 jam.



(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads